KPK Periksa Anggota DPR RI sebagai Saksi Tersangka Korupsi RTH Kota Bandung

  • Whatsapp
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Tedi Setiadi, usai diperiksa sebagai saksi oleh KPK di Markas Sat Sabhara Polrestabes Bandung, Kamis (3/9/2020). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memanggil Tedi Setiadi, anggota Komisi ll DPR RI. Pemanggilan Tedi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 69 miliar.

Tedi, saat ditemui di Markas Satuan Sabhara Polrestabes Bandung, Kamis (3/9/2020), menjelaskan, dirinya dipanggil KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Dadang Suganda, karena pada periode 2009 – 2014, duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, yang otomatis menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bandung.

“Saya dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Dadang Suganda,” cetus Tedi.

Dalam kesempatan ini, KPK pun memanggil tiga orang saksi lainnya, yakni Rieke Suryaningsih dan Jhoni Hidayat (anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014), serta mantan Camat Cibiru Tatang Muhtar.

Pemanggilan kedua orang mantan anggota DPRD dan satu pejabat Pemerintah Kota Bandung itu juga dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Dadang Suganda.

Baca Juga

Sementara itu sebelumnya, penyidik ​​KPK telah menetapkan Dadang Suganda, makelar tanah pengadaan lahan RTH Kota Bandung sebagai tersangka dugaan korupsi karena melakukan mark up transaksi jual beli tanah hingga meraup keuntungan puluhan miliar.

KPK memperkirakan Dadang Suganda sebagai makelar tanah memanfaatkan keluguan dan ketidaktahuan para pemilik tanah, untuk keuntungan pribadi dan kelompok. Tersangka diduga memberikan harga rendah kepada para pemilik tanah dan menjualnya dengan harga tinggi ke Pemerintah Kota Bandung.

KPK juga telah menetapkan tiga orang, Tomtom Dabul Qomar, Kadar Slamet, dan Hery Nurhayat sebagai terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan lahan RTH Kota Bandung ini.

Selanjutnya, KPK  mendalami beberapa temuan, seperti dugaan aliran uang dari terdakwa maupun tersangka ke mantan anggota DPRD dan pejabat Pemkot Bandung. (*)

Related posts