Friday , 6 December 2019
Home » Bandung Raya » Konversi Angkot Terealisasi di Koridor I TMB

Konversi Angkot Terealisasi di Koridor I TMB

Angkutan kota yang mengetem di beberapa titik menjadi salah satu penyebab kemacetan Kota Bandung. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinas Perhubungan Kota Bandung menargetkan Februari 2017, konversi angkutan kota menjadi bus bisa mulai diterapkan di Koridor I Trans Metro Bandung dengan rute Cibiru-Cibereum. Dari kuota 40 bus di koridor tersebut, Dishub baru mengalokasikan 10 unit bus pelayanan.

Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, konversi itu direalisasikan melalui Kobutri dan Kobanter dalam wadah konsorsium. Meski begitu, karena konversi itu baru dilakukan kali pertama, koperasi angkutan tersebut meminta waktu penyesuaian selama enam bulan. “Untuk koridor I Cicaheum-Cibeureum, konsorsium sudah mendapatkan pembiayaannya. Namun karena proses pertama, mereka minta waktu selama enam bulan,” tutur Didi di Gedung Parlemen Kota Bandung, Rabu (25/1).

Dalam program konversi angkot ke bus, Didi mengaku, Pemkot Bandung tak bisa membeli angkot yang akan dikonversi. Pasalnya, dalam peraturan yang berlaku Pemkot tidak diperbolehkan membeli barang bekas. Teknisnya diserahkan ke Kobutri dan Kobanter. “Kalau sekarang ada kelonggaran waktu sekira enam bulan, ke depannya wajib di awal,” kata Didi.

Disinggung soal kemungkinan berkurangnya lahan pekerjaan sopir angkot karena konversi tersebut, Didi mengklaim, hal tersebut bisa diantisipasi dengan pembagian sistem kerja secara berkala (shift). Selain membantu kesejahteraan pengemudi, hal itu menghindari kebiasaan kejar setoran yang ‎berdampak kepada mengemudi ugal-ugalan.

Begitu juga disinggung soal jalur operasional dalam konversi angkot tersebut, menurutnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menginginkan adanya empat koridor baru. Tetapi, soal payung hukum yang mengatur hal tersebut, Didi menyatakan, peraturan walikota (perwal)-nya telah dipersiapkan pihaknya. Dimana dalam perwal tersebut, nantinya akan diatur mengenai masalah tarif, aturan yang belum ada untuk angkot eksekutif, hingga bus TMB yang swadaya. “Target Februari bisa berjalan di Koridor I, dari kuota 40 bus kami targetkan 10. Perwalnya tinggal ditandatangani Pak Wali,” tandas Didi. (koe)