Karyawan Telkom Tolak Penjualan Aset BUMN

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejatinya, kehadiran badan usaha milik negara (BUMN) berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup publik di negara ini. Sangat ideal apabila pihak yang mengelola BUMN-BUMN adalah pemerintah, bukan pihak asing atau swasta. Dasar itulah yang membuat para karyawan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar) PT Telkom menolak penjualan aset negara, khususnya, lingkungan PT Telkom, secara tegas dan keras. “Tentu saja, upaya penjualan aset PT Telkom Tbk melalui aksi korporasi Share Swap atau tukar guling saham, kami tolak,” tandas Syahrul Akhyar Ketua Umum DPP Sekar Telkom dalam keterangan resminya, Jumat (23/1).

Syahrul meneruskan, aksi share swap itu dalam bentuk penjualan tower-tower yang pengelolaannya ditangani anak perusahaan PT Telkom, yaitu PT Mitratel. Beritanya, ucap dia, PT Telkom dan Tower Bersama bersepakat dalam sebuah perjanjian. Isinya, menukar 100 persen sahamnya pada PT Mitratel dengan 13,7 persen saham TBIG, yang bersumber pada penerbitan saham baru. “Tentunya, kami siap melakukan upaya-upaya selanjutnya guna membatalkan penjualan aset negara pada lingkungan PT Telkom,” tegas Syahrul.

Syarhrul berpendapat, apabila aset-aset PT Telkom, seperti tower-tower yang dikelola anak perusahaannya, semisal PT Daya Mitra Telekomunikasi maupun PT Telkomsel, yang merupakan efek tukar guling saham kepada PT TBIG, menjadi upaya penguasaan asing pada sektor pertelekomunikasian.

Upaya tukar guling saham itu, ucapnya, disinyalir, merupakan upaya asing berikutnya untuk menguasai aset negara, dalam hal ini PT Telkkom. Sebelumnya, pada 2004, upaya pihaknya asing, melalui para konsultannya, kandas memberlakukan Kode Akses Saluran Langsung Jarak Jauh. Saat itu, dalihnya menciptakan kompetisi dan tarif murah. Dua tahun sebelumnya, 2002, pihak asing pun melakukan upaya penguasaan. Saat itu, melalui sejumlah KSO. Namun, PT Telkom Tbk sukses menggagalkannya karena melakukan buy back saham-saham KSO.

“Kami mengimbau jajaran Direksi PT Telkom supaya membatalkan upaya share swap PT Mitratel secara baik-baik. Apabila rencana share swap terus bergulir, kami siap melakukan aksi, baik melalui gerakan massa, proses hukum, maupun politik,” tutup Syahrul. (ADR)

Related posts