
jabartoday.com/erwin adriansyah
“Perbankan syariah di Jabar memang bertumbuh meski secara keseluruhan, pertumbuhannya masih belum signifikan seperti konvensional,” tandas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar, Sarwono, usai acara Buka Bersama Media di Gedung OJK Kantor Regional 2 Jabar, Jalan Ir H Djuanda 152 Bandung.
Menurutnya, sejauh ini, ada beberapa hal yang dapat menjadi kendala perkembangan syariah. Yaitu, ucapnya, pemahaman soal ekonomi dan perbankan syariah yang belum merata. Lalu, sambungnya, kantor-kantor bank syariah di Jabar relatif kecil-kecil. Hal itu, kata Sarwono, dapat menghambat ekspansi, penetrasi, dan akselerasi bisnis.
Di Jabar, seru Sarwono, hanya terrdapat 1 perbankan syariah yang benar-benar full brand dan berbasis di Jabar. Sedangkan perbankan lain, home basenya, di Jakarta. “Yaitu, bank Jabar-banten Syariah (bjbs).,” sebutnya.
Padahal, sahut dia, saat inj, sistem ekonomi syariah, termasuk jasa keuangan dan perbankan, diterapkan banyak negara maju. Karenanya, tegas Sarwono, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi syariah, terutama di daerah-daerah. Misalnya, katanya, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah.
Senada dengan Sarwono, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar, Rosmaya: ekonomi, menegaakan, ekonomi syariah dapat menjadi salah satu kekuatan nasional. “Kami dan OJK tentunya bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah, tidak hanya dalam hal perbankan syariah. Akan tetapi juga bagaimana mengembangkan ekonomi syariah secara keseluruhan,” papar wanita berkerudung itu.
Rosmaya berpendapat, pengembangan ekonomi syariah dapat melalui pondok-pondok pesantren. “Karenanya, kami siap memberi pendampingan sebagai upaya mendorong, ekonomi syariah,” tutupnya. (ADR)





