KAA Bergulir, Penumpang KA Dialihkan

erwin adriansyah
erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Demi menjaga keamanan dan kelancaran penyelenggaraan hajat akbar, Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, sejumlah pihak melakukan rekayasa. Hal itu pun terjadi pada sektor angkutan massal, satu di antaranya, kereta api. Selama ajang itu bergulir, para pengguna jasa kereta api dari dan ke Bandung, untuk sementara, tidak dapat menjadikan Stasiun Bandung sebagai titik tolak keberangkatan atau kedatangan.

“Selama Peringatan KAA ke-60, kami memberlakukan Berhenti Luar Baisa (BLB), yaitu pengalihan penumpang dari dan ke Bandung . Itu terjadi selama dua hari, yaitu 23-24 April 2015,” tandas Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Zunerfin, Jumat (24/4).

Zunerfin mengemukakan, pada penumpang KA yang hendak bertolak dari Stasiun Bandung menuju barat, yaitu Jakarta, menggunakan KA Argo Parahyangan, selama dua hari tersebut, tidak berlangsung di Stasiun Bandung. Akan tetapi, jelas dia, keberangkatannya di Stasiun Cimahi. “Begitu pula dalam hal kedatangan. Para penumpang dari arah barat, pada 23-24 Desember 2015, kami berhentikan di Stasiun Cimahi,” jelas Zunerfin.

Sedangkan para penumpang yang hendak ke timur dari Stasiun Bandung menggunakan KA Argo Wilis, Turangga, dan Lodaya, terang Zunerfin, keberangkatannya berlangsung di Stasiun Kiaracondong. Pun dengan kedatangannya berlangsung di Stasiun Kiaracondong.

Pihaknya, kata Zunerfin, menerapkan skema BLB karena berbagai pertimbangan. Antara lain, kilah dia, selain upaya untuk menunjang pengamanan Peringatan KAA ke-60, juga upaya antisipasi mengingat perkiraannya, tidak tertutup kemungkinan, masyarakat sulit memperoleh transportasi dari dan ke Stasiun Bandung. Sulitnya transportasi tersebut, sambung Zunerfin, karena sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mengalami sterilisasi berkenaan dengan peringatan KAA ke-60.  (ADR)

Related posts