Jokowi: “Munas Hipmi Kok Seperti Pilpres?”

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Siapa yang tidak mengenal sosok Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo? Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut terkenal karena ucapannya yang kerap terucap secara spontan. Itu pun terjadi pada saat orang nomor satu di republik ini berbicara pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XV Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang berlangsung di Trans Hotel Luxury, Jalan Gatotsubroto Bandung, Senin (12/1).

“Munas HIPMI kali ini kok seperti Pilpres (Pemilihan Presiden) ya? Ramai sekali. Sejak tiba di Bandung, saya melihat banyak spanduk dan baligo, nggak hanya acaranya, tapi juga kandidatnya,” celetuk Jokowi, sapaan akrabnya, disambut derai tawa dan tepuk tangan para peserta Munas XV BPP HIPMI dan awak media.

Dalam kesempatan itu, Jokowi, yang pada dekade 1980-an tercatat sebagai anggota BPD HIPMI Solo, berkomentar tentang ajang kerjasama ekonomi yang segera bergulir, ASEAN Economic Community (AEC). Menurutnya, hingga kini, hampir setiap pengusaha mengungkapkan kekhawatirannya berkaitan dengan pelaksanaan AEC yang bergulir awal 2016.

Menurutnya, sebenarnya, para pengusaha di tanah air tidak perlu mengkhawatirkan dan menjadi takut ketika AEC 2016 bergulir. Pasalnya, jelas dia, seluruh negara ASEAN juga masih meraba-raba tentang perkembangan pasca AEC 2016 bergulir. Alasan lainnya, lanjut dia, ketika bertemu beberapa petinggi ASEAN, terungkap bahwa kekhawatiran dan ketakutan itu pun dirasakan negara-negara Asia Tenggara. “Lha, mereka juga cemas. Mereka grogi. Soalnya, memprediksi apa yang terjadi saat AEC 2016 bergulir adalah sulit. Justru, mereka pun takut kepada Indonesia,” ucapnya, disambut riuh rendah yang hadir dalam acara tersebut.

Jokowi berpendapat, justru, saat AEC 2016 bergulir, negara-negara ASEAN mengkhawatirkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi. Itu karena, jelasnya, Indonesia punya kekuatan besar. Satu di antaranya, dalam hal jumlah penduduk. Disebutkan, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa merupakan pasar dan potensi yang luar biasa.

Meski demikian, tambahnya, agar dapat berdaya saing, negara ini perlu persiapan. Memang, ucap Jokowi, idealnya, persiapan tersebut berlangsung sejak 8-10 tahun lalu. Namun, imbuhnya, dunia usaha tanah air tidak perlu khawatir. “Hal yang terpenting, adalah menjaga dan meningkatkan kekuatan pasar dalam negeri karena AEC 2016 dapat menjadi sebuah peluang. Jangan sampai peluang bisnis di dalam negeri dimanfaatkan pelaku asing. Sebaliknya, pelaku usaha nasional yang harus mengagresi negara lain,” tutupnya. (ADR)

Related posts