“Jangan Khawatirkan Tenaga Konstruksi Asing”

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Saat agenda ASEAN Economic Community (AEC) bergulir, persaingan semakin ketat. Hal itu tidak hanya terjadi pada produk. Akan tetapi, persaingan pun berlangsung dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Meski demikian, dalam bidang jasa konstruksi, Indonesia, khususnya, Jabar, tidak perlu khawatir. “Saya kira, soal tenaga kerja asing saat AEC, Indonesia tidak perlu khawatir. Pada AEC, posisi tenaga kerja asing bidang jasa konstruksi adalah level memengah-atas, seperti tenaga ahli, manager, dan direksi. Sedangkan tenaga level di bawahnya, adalah tenaga kerja lokal. Itu adalah aturannya,” tandas Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (GAPENSI) Jabar, Susilo Wibowo, pada sela-sela Musyawarah Daerah BPD GAPENSI Jabar di Hotel Grand Pasundan, belum lama ini.

Diutarakan, apabila ada perusahaan jasa konstruksi yang mempekerjakan tenaga kerja asing pada level bawah, hal itu merupakan sebuah pelanggaran. Karenanya, tuturnya, publik berkewenangan melakukan monitor keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia, khususnya, jasa konstruksi. “Undang Undang jasa konstruksi tidak dapat menjerat sebuah perusahaan apabila mereka mempekerjakan tenaga kerja asing pada level bawah. Yang dapat menjeratnya adalah Undang Undang Ketenagakerjaan,” tegas Bowo, sapaan akrabnya.

Berkenaan dengan perlindungan tenaga kerja, Bowo menegaskan, berdasarkan Undang Undang Jasa Konstruksi dan Undang Undang Ketenagakerjaan, perusahaan-perusahaan jasa konstruksi mengasuransikan para pekerjanya. Itu, jelas dia, berdasarkan adanya regulasi K-3, yang pada sektor jasa konstruksi, lebih spesifik. “Berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan, perusahaan-perusahaan jasa konstruksi pun mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Tenaga Kerja sebagai upaya perlindungan para pekerja. Jumlahnya, banyak, mencapai ribuan orang,” tutup Bowo. (ADR)

Related posts