Jabar Tambah Populasi Sapi

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa waktu terakhir, harga jual daging sapi mengalami kenaikan. Karenanya, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan harga jual komoditi tersebut. Begitu pula dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Tahun ini, tatar Pasundan berupaya keras untuk melakukan upaya untuk melakukan stabilisasi harga jual daging sapi. Salah satu caranya, memproyeksikan terciptanya peningkatan populasi sapi. “Tugas kami yaitu menambah populasi sapi yang targetnya mencapai 50 ribu ekor. Caranya, optimalisasi produktivitas. Ini guna merealisasikan swasembada daging sapi sekaligus stabilisasi harga dan pasokan daging sapi, yang tidak jarang mengalami gejolak. Tapi, adanya dinamika, proyeksi kami sekitar 3 persen saja,” tandas Kepala Dinas Peternakan Jabar Dody Firman Nugraha, belum lama ini.

Akan tetapi, aku Dody, menambah populasi sapi bukanlah hal mudah. Itu karena, jelas dia, permintaan dan kebutuhan daging sapi yang tinggi. Hal itu, lanjutnya, membuat harga jual daging sapi pun turut meninggi. Situasi tersebut, lanjutnya, menyebabkan para peternak memilih opsi untuk melakukan pemotongan daripada membudidayakannya. Hal lainnya, tambah dia, Jabar bukan termasuk produsen sapi, tidak seperti Jatim, Jateng, Sulawsi Selatan (Sulses), maupun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Soal populasi sapi di tanah Parahyangan, Dody menyebutkan, angkanya tetap sekitar 400 ribu ekor. Angka itu lebih kecil daripada rata-rata daerah produsen sapi, yang jumlahnya 700 ribu-4,7 juta ekor. “Jadi, kami mendorong masyarakat supaya meningkatkan konsumsi daging domba atau kambing. Itu karena populasinya (domba-kambing) jauh lebih banyak, yaitu melebihi 4 juta ekor,” paparnya. (ADR)

Related posts