Dorong Keuangan Daerah, OJK Bentuk Pusat Pengembangan Finansial

ISTIMEWA
ISTIMEWA
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memiliki sistem dan akses keuangan daerah merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara lebih merata. karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong tercipta dan terealisasinya Program Percepatan Akses Keuangan Daerah (PAKD).

“Butuh peran aktif pemerintah daerah sehingga bersama Kementerian Dalam Negeri dan instansi berkaitan lainnya, kami dapat menindaklanjutinya melalui Tim PKAD,” tandas Anggota Dewan Komisioner OJK, Ilya Avianti, pada sela-isela Pertemuan Tahunan OJK Jabar dengan Pelaku Industri Jasa Keuangan belum lama ini.

Ilya meneruskan, PAKD merupakan salah satu langkah supaya masyarakat memiliki akses perbankan lebih luas lagi. Pasalnya, jelas dia, sejauh ini, masih banyak kalangan masyarakat, utamanya, di daerah-daerah, yang belum dapat memanfaatkan akses perbankan. Padahal, lanjut dia, potensi daerah tergolong besar, baik investasi maupun kredit, dan harus termanfaatkan industri perbankan.

Kepala OJK Kantor Wilayah Regional Jabar, Sarwono, menambahkan berkaitan dengan hal itu, di wilayahnya, ada dua hal yang menjadi fokus jajarannya. “Yang pertama, meningkatkan kemampuan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas Jabar. Kedua, mendorong pemanfaatan jasa keuangan dalam hal pembiayaan yang memerlukan sumber dana jangka panjang. Selain itu, juga mendorong BUMD sebagai lokomotif perekonomian nasional,” urainya.

Untuk itu, cetusnya, pihaknya berencana membangun pusat pengembangan keuangan mikro dan inklusi. Fungsinya, jelas dia, sebagai fasilitator kegiatan penelitian, pengembangan kapasitas pelaku industri jasa keuangan, termasuk memberikan saran serta usul tentang arah pengembangan UMKM secara lebih terstruktur, mulai level pusat hingga daerah.

Berbicara tentang kinerja perbankan, Sarwono, mengutarakan, pada 2015, tergolong cukup baik. Kendati secara makro, ekonomi nasional mengalami perlambatan akibat efek global, kinerja perbankan nasional relatif lebih tinggi daripada negara-negara emerging markets. “Perbandingannya dengan November 2014, hingga November tahun lalu, aset perbankan Jabar tumbuh 11,72. Tahun ini, cukup optimis walau masih ada tantangan. Pada 2016, prediksinya, aset tumbuh 8,85 persen, kredit 15,77 persen, dan dana pihak ketiga 10,47 persen,” tutupnya. (ADR)

Related posts