Jabar Tambah Pabrik Pengolahan Limbah Medis

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, limbah memiliki nilai tambah ekonomi, termasuk limbah medis. Buktinya, pasar industri pengolahan medis masih terbuka. Karenanya, anak perusahaan PT jasa Sarana, PT Jasa Medivest, melakukan pembangunan pabrik limbah medis (incerator) di Karawang, Jabar. “Lokasinya, di sebelah lokasi pabrik sebelumnya, yang kami bangun 2007,” tandas Direktur Utama PT jasamedivest, Subagyo Rahmat, belum lama ini.

Menurutnya, indikator terbukanya pasar limbah medis tercermin pada kinerja lembaga BUMD yang dia pimpin. Setiap tahunnya, sebut dia, pihaknya mencatat pertumbuhan 40 persen. Angka tersebut, jelas dia, melebihi pertumbuhan pasar pengolahan limbah medis secara umum, yang rata-rata 10 persen setiap tahunnya..

Subagyo mengatakan, tingginya pertumbuhan itu pihaknya memiliki pelanggan yang jumlahnya melebihi 1.900 perusahaan medis. Komposisinya, jelas dia, 15 persen merupakan rumah sakit. Kendati secara persentase relatif sedikit, ucapnya, ternyata, pelanggan rumah sakit berkontribusi 85 persen terhadap pendapatan PT Javamedivest.

Dicetuskan, untuk proyeksi pendapatan tahun ini, pihaknya menargetkan angka Rp 44 miliar. Namun, apabila pabrik baru yang rencananya, beroperasi pada 2017. beroperasi, tentunya, pendapatan meningkat 100 persen. Pasalnya, saat ini, terangnya, kapasitas produksinya, tutur dia, mencapai 15 ton limbah per hari. Apabila pabrik baru yang membutuhkan dana investasi Rp 50 miliar itu beroperasi, lanjutnya, kapasitas produksi meningkat 100 persen atau menjadi 30 ton per hari.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Budi, mengimbuhkan, sejauh ini, di Jabar, baru 50 persen rumah sakit, klinik, dan perusahaan medis yang memanfaatkan jasa pengolahan limbah anak perusahaannya tersebut. Soko Budi optimistis pangsa pasar dan pendapatan PT Javamedivest naik. Dasarnya, kata dia, itu terjadi seiring kesadaran rumah sakit dan klinik memahami pentingnya pengolahan limbah medis.

Soko mengungkapkan, untuk meningkatkan kinerja, PT Jasa Medivest berencana membangun pabrk sejenis di provinsi lain. Adalah Jatim, yaitu Sidoarjo, sebut Soko, yang menjadi titik pembangunan pabrik sekaligus perluasan pangsa pasar. “Mengapa di Jatim? Bidikan pasarnya yaitu Jatim dan sebagian Jateng. Insyaallah, akhir tahun ini, rencana itu mulai direalisasikan,” sahut Soko. (ADR)

Related posts