Izin Ratusan Entitas Investasi Dicabut

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – MALANG — Aksi kejahatan bermodus investasi, termasuk penawaran produk barang maupun biro perjalanan, masih tetap berlangsung. Padahal, sejumlah pelakunya sudah berhadapan dengan hukum dan menjalani hukuman berupa kurungan penjara, denda, dan kewajiban mengembalikan dana masyarakat.

Riwin Mirhadi, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar, mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya melakukan tindak represif menyikapi aksi imvestasi ilegal. Bentuknya pembekuan atau pencabutan izin.

“Dua tahun terakhir, kami mencabut izin ratusan entitas. Pada 2017, kami membekukan izin 80 entitas ilegal. Tahun ini, sebanyak 101 entitas mengalami pembekuan izin,” tandas Riwin pada Media Gathering di Batu Malang, Kamis (27/9).

Lalu, bagaimana modus  yang biasanya dilakukan entitas-entitas investasi ilegal dalam menjaring nasabahnya yang kemudian menjadi korban? Riwin mengemukakan, ada beberapa modus yang selama ini digunakan entitas-entitas imvestasi ilegal.

Riwin menjelaskan, modus-modusnya seperti menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan kepada para nasabahnya secara cepat. Misalnya, ucapnya, laba 20 persen per bulan. Modus lainnya, sambung Riwin, memanfaatkan public figure, seperti artis, atau tokoh ternama.

“Tentu saja, publik akan sangat berminat untuk berinvestasi ketika sosok public figure itu menjadi ‘ikon’ sebuah entitas. Salah satu contohnya First Travel, yang memamfaatkan popularitas artis penyanyi papan atas tanah air,” urai Riwin.

Karenanya, Riwin menyarankan masyarakat supaya lebih jeli dan berhati-hati ketika memperoleh penawaran produk investasi. “Juga jangan mudah tergiur oleh penawaran keuntungan besar dan cepat,” saran Riwin.¬†(win)

Related posts