Sunday , 17 November 2019
Home » Ekonomi » Ini pun Jadi Kendala Reaktivasi Cibatu-Garut

Ini pun Jadi Kendala Reaktivasi Cibatu-Garut

Kondisi terkini salah satu jembatan kereta di wilayah PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung.
(jabartoday.com/erwin ardiansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Keteresediaan sarana transportasi dapat menjadi penunjang beragam aktivitas. Bahkan, juga dapat berkontribusi untuk menggerakkan roda ekonomi.

Dasar itu yang membuat pemerintah berencana melakukan reaktivasi jalur kereta. Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, ada 4 titik jalur yang masuk perencanaan reaktivasi. Satu di antaranya Cibatu-Garut.

“Jika reaktivasi (Cibatu-Garut) terealisasi, ini dapat berefek positif bagi masyarakat. Jalur ini lebih memudahkan masyarakat untuk bepergian ke Bandung, bakan Jakarta secara lebih mudab. Ekonomi pun lebih bergerak,” tandas Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro, Rabu (12/12).

Edi mengemukakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mereaktivasi Cibatu-Garut. Di antaranya, melakukan penyerahan biaya bongkar bangunan, yang di jalur itu, jumlah totalnya sebanyak 1.077 unit pada lahan seluas sekitar 60 ribu meter per segi.

Edi menyebutkan, biaya bongkar 1.077 bangunan yang tersebar di 11 desa itu nilainya bervariasi. Untuk bangunan semi-permanen, nominalnya Rp 200 ribu per meter per segi. Sedangkan bangunan permanen, lanjutnya, nominalnya Rp 250 ribu per meter per segi. Total nilai biaya bongkar, sahutnya, sekitar Rp 15-20 miliar.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi persoalan dalam pelaksanaan reaktivasi Cibatu-Garut. “Yaitu banyaknya jembatan yang rusak. Kami harus membangun jembatan. Total, 26 titik jembatan, 5 di antaramya jembatan besar,” ucapnya.

Edi memperkirakan, kebutuhan dana untuk reaktivasi jalur, termasuk jembatan, tidak termasuk biaya bongkar bangunan, nominalnya besar. Estimasinya, sebut Edi, puluhan miliar rupiah.  (win)