Ini Efek Penyesuaian TDL Bagi Industri

(jabartoday.com/ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan pencabutan subsidi energi listrik bagi pelanggan 900 Kilo Volt Ampere (KVA) menjadi harga keekonomian dalam 3 tahap. Adanya putusan tersebut berpengaruh pada buying power masyarakat.

“Ya. Adanya penyesuaian dan pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) bagi pelanggan 900 KVA secara bertahap berpengaruh pada daya beli masyarakat,” tandas Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Dedy Widjaja, di Holuday Inn Pasteur, Jalan Dr Djunjunan Bandung, pada sela-sela Indtroduction of Mandala Pratama Industrial City (MPIC) “The Golden Gate Investment in West Java” di Holiday Inn Pasteur, Jalan Dr Djunjunan Bandung, belum lama ini. belum lama ini,

Menurutnya, efek pencabutan subsidi dan penyesuaian TDL itu membyat daya beli masyarakat turun. Otomatis, lanjut Dedy, kemampuan masyarakat untuk membeli berbagai komoditi, termasuk produk-produk industri pun menjadi berkurang.

Akibatnya, kata Dedy, produk industri menumpuk dan perputaran uang pun terhambat. Bagi industri, kondisi itu berdampak kurang baik. Pasalnya, jelas Dedy, jika produk menumpuk, beban induatri kian berat. Biaya operasional pun, sambungnya, tidak tertutupi. “Ini bisa membuat industri terancam tutup,” ujar Dedy.

Karenanya, seru Dedy, pihaknya mengharapkan pemerintah melakukan langkah-langkah kongkret untuk menyikapi permasalahan ini. Di antaranya, ucap Dedy, mempercepat proyek-proyek pembangunan. Langkah itu, pendapat Dedy, dapat menggerakkan perekonomian.

“Apabila proyek-proyek pemerintah bergulir, tentunya, itu menciptakan penyerapan tenaga kerja yang tidak sedikit sehingga roda ekonomi pun kembali bergerak,” tutup Dedy. (win)

 

Related posts