
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjelang Idul Adha 2016, pada Senin (12/9), perkiraannya, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, berpotensi mengalami peningkatan. Melihat kondisi itu, PT Pertamina (Persero) menggaransi ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah DKI Jakarta, Jabar, dan Banten.
Jumali, GM Marketing Operation Region III PT Pertamina (Persero), mengemukakan, saat ini, ketahanan pasokan BBMdi Jawa Bagian Barat (JBB) tergolong aman. “Untuk premium sebanyak 13,5 hari, Pertamax Series (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex) selama 14 hari, Solar hingga 32 hari, elpiji selama 5 hari, dan Avtur untuk 4,2 hari,” tandas Jumali, dalam keterangan resminya, Kamis (12/9).
Prediksinya, kata Jumali, , selama periode 9–12 September 2016, konsumsi Premium naik 3 persen melebihi penyaluran normal yaitu sekitar 13.514 Kilo Liter (KL) per hari. Ketersediaan Pertamax Series, lanjutnya, naik 11% persen melampaui kondisi normal, yaitu sekitar 14.051 KL per hari. “Tapi, lain halnya dengan solar subsidi. Perkiraanya, konsumsi BBM itu turun 4 persen lebih kecil daripada kondiai normal, yang rata-rata, penyalurannya selama 2016, yaitu sekitar 8.074 KL per hari.
Pihaknya pun, seru Jumali, pihaknya menyiapkan kantong BBM. Kaitan hal ini, jelasnya, pihaknya menyiagakan truk tanki pada jalur rawan kepadatan dan kemacetan.
Selain BBM, tambah dia, pihaknya pun bersiap menambah pasokan elpiji sebesar 4 persen lebih banyak daripada kondisi normal, 5.869 Matrik Ton (MT) per hari. Untum sejumlah titik wilayah JBB, semisal Kabupaten Bandung, penambahannya (fakultaf) berlaku pada H-1 dan H+1 Idul Adha.
Seentara itu, pada bidang aviasi, pasokan avtur di JBB, yang melipu DPPU Soekarno-Hatta, DPPU Halim Perdanakusuma, DPPU Husein Sastranegara, dan DPPU Pondok Cabe, sahut Jumali, perkiraannya naik 10 persen kondisi normal, yaitu 6.803 KL per hari. (ADR)




