Hibah Guru Honorer Kembali Terjegal

Ketua FAGI Kota Bandung Iwan Hermawan.
Ketua FAGI Kota Bandung Iwan Hermawan.

JABARTODAY.COM – BANDUNG  Kepastian penyaluran dana hibah guru honorer di Kota Bandung, terus menuai kontroversi. Kapabilitas Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung, diragukan. Itu terbukti melalui penolakan Pemerintah Kota Bandung, atas pengajuan proposal pengelola dana hibah guru honorer tahun 2017.

Catatan buruk tersebut menambah panjang nilai minus FAGI. Sebelumnya, FAGI terjegal dalam pengelolaan dana hibah tahun 2016, yang membuat posisi mereka digantikan PGRI. Begitupun, untuk dana hibah guru honorer tahun 2017. Indikasinya, terancam tidak tersalurkan.

Saat ini, tidak ada satu organisasi guru di Bandung yang memenuhi persyaratan sebagai pengelola dana hibah. Hal itu merujuk pada Peraturan Walikota No 891 Tahun 2011. Tidak ada satupun organisasi guru dapat ditunjuk sebagai penyalur dana hibah. Karena, dalam perwal itu, dijelaskan penyalur dana hibah harus terdaftar selama tiga tahun di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, juga Badan Kesatuan Bangsa dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung. Dan, pengajuan proposal dana hibah, paling lambat di bulan Juni tahun sebelumnya sudah masuk.

Bila merujuk kepada aturan tersebut, maka tidak ada satu organisasi guru di Kota Bandung yang memenuhi syarat-syarat itu. Termasuk, ketika FAGI mengajukan proposal untuk menjadi pengelola dana hibah tahun 2017. Meski, kedudukannya sebagai pemohon didasarkan kepada intruksi Dinas Pendidikan Kota Bandung, untuk gantikan posisi PGRI.

Kondisi riil di lapangan berbicara lain. Pemkot Bandung, lewat Bagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kota Bandung, menolak proposal FAGI, karena dianggap tidak memenuhi syarat.

Seperti diketahui, organisasi pengelola dana hibah guru honorer tahun-tahun sebelumnya, juga tak miliki legitimasi. Mereka belum tercatat di Kemenkumham dan BKBPM Kota Bandung. Tetapi, diperlakukan secara berbeda. Para pengelola dana hibah sebelumnya tidak dipermasalahkan, tak seperti terhadap FAGI.

“Pemkot tidak memermasalahkan. Tidak seperti FAGI yang ditunjuk Disdik Kota Bandung, terus dikoreksi dan dipermasalahkan,” kata Ketua FAGI kota Bandung Iwan Hermawan, saat ditemui di Balai Kota Bandung, usai ditolak permohonannya oleh TU Setda Kota Bandung, Jumat (18/11).

Padahal, FAGI sebelumnya diminta Disdik Kota Bandung untuk menyalurkan dana hibah honorer untuk tahun 2017. “Tetapi, faktanya seperti ini. Sehingga, bisa jadi dana hibah guru honorer tidak bisa disalurkan untuk tahun 2017. Sebagai solusi, kami mengusulkan  adanya revisi perwal dana hibah khusus untuk guru honorer,” ungkap Iwan.

Menyoal upaya menyelamatkan hak honorer para guru, Iwan mengaku, sudah memersiapkan aksi unjuk rasa, guna menggeruduk Pemkot Bandung pada tanggal 25 November mendatang. “Dipilihnya hari itu berbarengan dengan peringatan hari guru. Saya sudah siapkan tak kurang dari 5.000 guru untuk meminta kejelasan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil,” tegas Iwan. (koe)

Related posts