Garap Palapa Ring, PT LEN Bersindikasi

Penandatanganan Sindikasi Proyek Palapa Ring Paket Tengah jabartoday.com/ISTIMEWA
Penandatanganan Sindikasi Proyek Palapa Ring Paket Tengah
jabartoday.com/ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Banyak cara dan strategi dalam melangsungkan pengerjaan sebuah proyek. Satu di antaranya, melalui skema kerjasama atau sindikasi. Jurus itu pun ditempuh PT LEN Industri (Persero).

Melalui anak perusahaannya, PT Len Telekomunikasi Indonesia (PT LTI), yang 51 persen sahamanya dikuasai PT LEN industri (Persero), bersepakat dengan Kreditur Sindikasi dalam hal pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang tertuang dalam Perjanjian Pembiayaan Sindikasi.

Disaksikan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, Direktur Utama (Dirut) PT LEN Industri (Persero), Zakky Gamal Yasin, Dirut BP3TI, Dirut PT  Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan anggota Konsorsium Pandawa Lima lainnya, kesepakatan itu ditandantangani Direktur Utama PT LTI, R.W. Pantja Gelora dan beberapa pejabat korporasi lainnya, yairu Dirut (perwakilan) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Dirut  Indonesia Infrastructure Finance (IIF), Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Kehadiran kami (PT LEN Industri) memperkuat posisinya pada spektrum bisnis Information & Communication Technology (ICT) . Bagi kami, proyek ini pun dapat menjadi pembuka peluang bisnis bidang ICT lainnya,” tandas Donny Gunawan, Manager Komunikasi Korporasi PT LEN Industri (Persero), dalam keterangan resminya, Selasa (30/8).

Donny mengemukakan, dalam bidang telekomunikasi, Palapa Ring Paket Tengah merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama yang menerapkan skema Availability Payment sebesar Rp 4 triliun. Skema pembayarannya, lanjut Donny, berlangsung selama masa konsesi 15 tahun dan bergulir secara berkala. “Pemerintah menjamin pembayarannya melalui PT PII,” tuturnya.

Langkah selanjutnya pasca penandatanganan, ungkap Donny, menetapkan tanggal efektif kontrak, yang wacananya awal September 2016. Kemudian, sambungnya, berlanjut pada  ground breaking. Proyeksinya, tukas Donny, pengerjaan proyek ini tuntas dalam 18 bulan mendatang. (ADR)

Related posts