Duty Manager Hindari Perbuatan KKN

Inspektur Kota Bandung mendengar pengarahan dari Wali Kota Ridwan Kamil, saat pembukaan Bimtek Duty Manager, di Hotel Kedaton, Selasa (13/12). (diskominfo for jabartoday)
Inspektur Kota Bandung mendengar pengarahan dari Wali Kota Ridwan Kamil, saat pembukaan Bimtek Duty Manager, di Hotel Kedaton, Selasa (13/12). (diskominfo for jabartoday)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Inspektur Koswara mengatakan, Duty Manager merupakan respon terhadap strategi peningkatan pengawasan dan pelayanan publik Kota Bandung. ’’Duty Manager akan mampu meningkatkan kompetensi dan menyiapkan sumber daya manusia yang dalam pelayanan publik bukan hanya merespon terhadap kondisi pelayanan yang buruk tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat,” kata Koswara, usai pembukaan Bimbingan Teknis Duty Manager, di Hotel Kedaton, Selasa (13/12).

Dijelaskan Koswara, Bimtek Duty Manager diikuti 76 aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat eselon III dan IV sebagai awal pembentukan sistem ini. Tahun depan, perekrutan secara umum akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik, utamanya di unit-unit kewilayahan.

Nantinya, tugas dan fungsi Duty Manager, sahut Koswara, melakukan pengawasan dan pengendalian pelayanan publik pada setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penyedia pelayanan publik. Metode itu dalam rangka memastikan proses pelayanan berlangsung sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Selain itu, Duty Manager fokus pada tujuan untuk mewujudkan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat, serta memastikan proses pelayanan publik terhindar dari terjadinya tindakan maladministrasi, juga terbebas dari perbuatan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

’’Duty Manager berperan melaksanakan fungsi motivator, dinamisator, diplomat, problem solver, key speaker, dan katalisator yang menjamin kualitas dan penanggung jawab pelayanan publik, berdasarkan nilai-nilai good and clean governance,” jelas Koswara. (koe)

Related posts