Dorong Ekonomi, Contohlah Korea

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Sebenarnya, Indonesia, khususnya, Jabar, punya potensi ekonomi yang luar biasa besarnya. Sayang, hingga kini, potensi-potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal sehingga belum memberi nilai tambah bagi publik di tatar Pasundan.

Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, salah satu hal yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yaitu memanfaatkan dan memaksimalkan keberadaan sumber daya alam (SDA) secara optimal, mulai sektor hulu hingga hilir. “Kami ingin di negara ini, utamanya, Jabar, ingin adanya iklim usaha berkebangsaaan tinggi yang punya kemauan untuk mengolah SDA secara mandiri mulai hulu hingga hilir. Kehadiran industri pengolahan dapat mendongkrak ekonomi. Soalnya, di berbagai negara, industri pengolahan menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” tandas Aher, sapaan akrabnya, dalam Diskusi Kewirausahaan di Balai Pelatihan Ketransmigrasian dan Kewirausahaan, Jalan Soekarnohatta Bandung, yang digulirkan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), belum lama ini.

Menurutnya, ada beberapa perkembangan ekonomi makro yang berpengaruh pada sejumlah negara, termasuk Indonesia, yaitu membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS). Hal itu, jelas Aher, membuat nilai tukar sejumlah mata uang, termasuk rupiah, mengalami pelemahan. Namun, kata dia, hal itu tidak berlaku bagi Yuan, mata uang Cina.

Pasalnya, jelas dia, negara raksasa Asia itu sukses memanfaatkan SDA-nya melalui pengembangan industri pengolahan. Negara lainnya, lanjut dia, yaitu Korea Selatan (KorseL). Jadi, ucap Aher, tidak ada salahnya, Indonesia, utamanya, Jabar, mencontoh apa yang ditempuh Cina dan Korea Selatan.

Untuk itu, sahut Aher, agar Jabar dapat memaksimalkan SDA mulai hulu hingga hilir, pihaknya melakukan sejumlah kiat. Di antaranya, melalui pendekatan ekonomi kerakyatan untuk seluruh level. “Apabila 50 persennya saja dari 100.000 wirausaha baru itu memiliki spirit untuk membangun dan mengembangkan industri hulu-hilir sekaligus menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai panglimanya, Insyaallah, ekonomi Jabar kian bertumbuh dan kuat,” urai Aher.

Aher meneruskan, salah satu hal yang juga dapat mendorong terciptanya kekuatan ekonomi yaitu hadirnya para wirausaha. Sejauh ini, tuturnya, Indonesia, termasuk Jabar, kekurangan pelaku usaha, yang idealnya, sekitar 2 persen jumlah penduduk.

Untuk itu, tegas dia, beberapa waktu lalu, pihaknya menggulirkan sejumlah program yang berkaitan dengan kewirausahaan. Di antaranya, tukas Aher, pihaknya menggelar Program Mencetak 100.000 Wirausaha Baru. “Melalui penciptaan wirausaha baru dapat menjadi salah satu cara untuk membangun lapangan pekerjaan. Ketersediaan lapangan pekerjaan dapat meminimalisir jumlah pengangguran,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gemilang Muda Mudi Indonesia (GAMMA), Yusuf Fitriadi,  menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar guna lebih mengakselerasi program pencetakan 100.000 wirausaha baru. “Rencana kami, sinergi itu tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga stake holder lain, antara lain, Kadin Jabar, Kadin Kota-Kabupaten, DPD APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), bahkan dunia pendidikan,” cetus dia.

Ditegaskan, GAMMA memiliki sebuah modal untuk bersinergi dengan pihak lain, yaitu adanya cetak biru (blue print) akselerasi pertumbuhan wirausaha baru. Di antaranya, data base dan inkubasi. “Tidak hanya pengembangan kewirausahaan, kami pun berkampanye soal produk Indonesia. Ini penting agar produk para pelaku usaha terseerap pasar,” tutup Yusuf.  (ADR)

Related posts