Dorong Bisnisi, BJB Curi Start

Bank BJB
Bank BJB

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia perbankan, awal tahun menjadi sebuah momen dan tantangan yang berat. Karenanya, tidak sedikit lembaga perbankan yang menyusun berbagai strategi untuk tetap menjaga sekaligus meningkatkan performa bisnisnya. Langkah itu pun dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb.

“Benar. Awal tahun memang merupakan sebuah tantangan yang berat. Karenanya, kami melakukan sebuah strategi. Caranya, kami mencuri start,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irvan, usai Analyst Meeting 1 Q 2015 di Ritz Charlton Pasific Place SCBD Jakarta, belum lama ini.

Ternyata, ucap dia, strategi itu berbuah positif. Itu terlihat pada pencapaian kinerja hingga Maret 2015. Pria berkaca mata ini meneruskan, hingga Maret 2015, laba betsih yang kami bukukan mencapai Rp 388 miliar. Sselain laba bersih, sahutnya, hingga periode sama, pihaknya berhasil mengembangkan asset hingga bernilai total Rp 87,6 triliun. Jika perbandingannya dengan realisasi hingga Maret 2014, terjadi peningkatan asset sebesar 11 persen.

Hal lain yang menjadi indikator positifnya kinerja bank bjb, lanjut Irfan,  yaitu penyaluran kredit. Hingga Maret 2015, pihaknya sukses menggelontorkan kredit yang tumbuh 9,5 persen lebih baik daripada periode sama 2014. Total kredit hingga triwulan perdana tahun ini mendekati angka Rp 50 triliun. “Tepatnya, Rp 49,9 triliun,” ungkap pria berpenampilan rapi tersebut.

Pada sisi lain, ternyata, bank bjb pun tidak hanya berorientasi bisnis. Buktinya, lembaga perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu punya komitmen kuat untuk terus mensorong pertumbuhan ekonomi.

Ahmad Irfan, mengemukakan, pihaknya bersiap menggulirkan prorgam pemberdayaan ekonomi nasabah terpadu. Skema dan konsepnya, sebut dia, yaitu mikro banking bank bjb Berdaya dan Berbudaya.

Melalui konsep itu, ucap Irfan, pihaknya berharap dapat membentuk wirausahawan yang punya daya saing yang tercipta dan terbentuk melalui pola loyal customer. Pola itu, jelasnya, merupakan integrasi antara maintenance nasabah existing dan pre-consumer. Termasuk, imbuhnya,  menumbuhkan potensi calon nasabah pada beragam kalangan, termasuk komunitas. Dalam segi bisnis, tukasnya, pihaknya pun punya fokus lain,  yaitu mendorong market share dana pihak ketiga (DPk). “Strateginya promosi pemasaran produk dana. Juga inovasi produk,”  tutup Irfan.  (ADR)

Related posts