Dongkrak Keandalan, PLN Gandeng PLTSa

  • Whatsapp
jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tidak dipungkiri, bahwa ketersediaan dan ketercukupan pasokan energi listrik menjadi unsur penting dalam menunjang beragam aktivitas dan sektor. Karenanya, sebagai operator BUMN yang bergerak dalam bidang energi listrik, PT PLN melakukan sejumlah langkah. Di antaranya, melakukan pemanfaatan energi baru dan terbaru (EBT).

Upayanya, menjalin kerjasama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan 7 pemerintah daerah dan kota. “Yaitu, DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Makassar. Isi kerjasamanya, berupa perjanjian jual beli tenaga listrik sebesar 100 Mega Watt (MW),” tandas Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, dalam keterangan resminya.

Sofyan mengemukakan, berdasarkan kesepakatan itu berlaku selama 20 tahun. Dalam kesepakatan itu, sambung Sofyan, pihaknya membeli tenaga listrik kepada PLTSa seharga 18,77 dolar Amerika Serika (AS) atau setara Rp 2.496 per Kilo Watt hour (KWh) yang peruntukannya bagi Tegangan Tinggi dan Menengah. Sedangkan harga pembelian bagi Tegangan Rendah, lanjutnya, pihaknya membeli seharga 22,43 dolar AS. Diutarakan, seluruh pembelian menggunakan skema Buy, Own, Operate, and Transfer (BOOT).

Dijelaskan, pengembangan PLTSa menggunakan thermal process atau pemanfaatan panas melalui thermochemical. Sofyan menerangkan, berdasarkan Peraturan Presiden 18/2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah yang 13 Februari 2016, perlu adanya percepatan pembangunan PLTSa.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Nicke Widyawati, menambahkan, dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) ini, pihaknya mereview studi kelayakan, lingkungan, dan interkoneksi yang dibuat pengembang. Hasil review, imbuhnya, pihaknya teruskan kepada Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), yang kemudian menerbitkan penetapan bagi pengembang sebagai pengelola tenaga listrik berbasis sampah kota. “Ini pun menjadi bagian upaya kami dalam merealisasikan target elektrifikasi 98 persen pada 2019 dan proyeksi porsi EVT 23 persen pada 2025,” pungkasnya. (win)

Related posts