
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Pada Jumat 9 Mei 2014, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan surat yang berkenaan dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk alias bank bjb. Isinya, tidak lulusnya hasil uji kepatutan dan kelayakan beberapa posisi direksi, termasuk direktur utama.
Otomatis, hal itu membuat 4 posisi direktur dan 1 direktur utama bank bjb kosong. Kelima posisi itu adalah Direktur Utama, Direktur Operasi, Direktur Kredit, Direktur Consumer, dan Direktur Internasional-Treasury. Beberapa kalangan berpendapat, hal yang harus segera dilakukan lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten itu adalah segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Memang, bank bjb sudah mengajukan beberapa nama kandidat direksi kepada OJK. Akan tetapi, sampai saat ini, lembaga perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu masih menunggu putusan dan hasil uji kepatutan dan kelayakan OJK.
Menanggapi kondisi terkini bank bjb, Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) bank bjb Agus Jaja Ma’soem mengemukakan sejauh ini, seluruh karyawan dan pekerja, mulai level staf sampai manajemen dan pimpinan divisi, tetap solid. “Itu kami jaga. Kami tetap solid dan berkomitmen penuh untuk tetap mendukung serta meningkatkan kinerja bank bjb. Juga menjadikan bank bjb sebagai bank 10 besar tersehat nasional,” ujar Agus Jaja, di Jalan Naripan, Bandung, Jumat (16/5/2014).
Komitmen lainnya, sambung Agus, seluruh elemen karyawan pun terus menjunjung dan meningkatkan sistem Good Corporate Governance. Dia mengatakan, meski terjadi kekosongan direksi, hal itu tidak mengganggu aktivitas perbankan. Buktinya, tegas dia, pasca penerbitan surat OJK tersebut, bank bjb tetap beroperasi secara normal. “Kami adalah lembaga perbankan, terlebih lembaga milik pemerintah daerah, yang harus tetap mengedepankan pelayanan sehingga tetap mendapat kepercayaan tinggi masyarakat,” seru Agus.
Mengenai kandidat direksi, Agus mencetuskan, seluruh karyawan dan pekerja bank bjb menginginkan kandidat asal internal. Artinya, jelas dia, kandidat yang benar-benar berkarier bersama bank bjb sejak awal. Menurutnya, sebenarnya, bank bjb memiliki kandidat yang mumpuni dan andal untuk menjadi direksi. “Karenanya, jika memang ada kesempatan, kami siap beraudensi dengan pemegang saham dan komisaris mengenai kandidat direksi asal internal,” sahutnya.
Agus menyatakan, pihaknya sangat berkeberatan apabila kandidat direksi asal eksternal. Meski begitu, kata Agus, pihaknya tidak menganggap kandidat eksternal bukan sosok yang tidak mampu. Dia berpandangan, kandidat internal dapat lebih cocok karena mengetahui dam memahami perkembangan, karakter, dan dinamika bank bjb.
Keinginan berikutnya, imbuh Agus, para pekerja dan karyawan tidak menginginkan adanya intervensi politik. Itu karena, kilah dia, bank bjb merupakan sebuah lembaga bisnis yang pengelolaannya harus secara profesional. Jadi, tegas dia, para karyawan dan pekerja bank bjb harus profesional, bukan politisi. (ADR)





