Home » Ekonomi » Dilintasi KA Cepat, PT KAI Tertibkan Ratusan Bangunan

Dilintasi KA Cepat, PT KAI Tertibkan Ratusan Bangunan

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Rencana pembangunan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta yang diinisiasi PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC), ternyata, ada yang mempergunakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Berdasarkan peraturan, sebagai operator jasa transportasi milik BUMN, PT KAI punya kewajiban untuk membantu proyek pemerintah. Sedangkan pembangunan KA cepat Bandung-Jakarta merupakan proyek nasional.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Ilud Siregar, mengakui bahwa ada lahan milik pihaknya yang terlintasi KA Cepat Bandung-Jakarta. “Ada 2 jenis kepemilikan lahan di jalur KA cepat itu, yaitu milik warga dan PT KAI,” tandas Ilud, Senin (21/11).

Ilud menjelaskan, untuk lahan warga, proaes pembebasan lahannya dilakukan PT KCIC. Sedangkan milik PT KAI, sambung Ilud, pihaknya yang melakukan pembebasan lahan dan penertiban sesuai aturan. “Lahan itu terbentang dari Ciganea sampai Rancaekek,” kata dia.

Untuk lahan milik PT KAI, berdasarkan regulasi, ungkap Ilud, pihaknya tidak memberikan biaya ganti rugi. Pihaknya, sambung Ilud, hanya memberikan biaya bongkar bangunan yang nilainya sudah ditetapkan. Yaitu, Rp 250 ribu per meter per segi untuk setiap bangunan permanen, dan Rp 200 ribu per meter persegi bagi setiap bangunan semipermanen.

Ilud menuturkan, jumlah bangunan di atas lahan PT KAI yang terlintasi KA cepat Bandung-Jakarta, totalnya mencapai 566 unit. Sejauh ini, kata Ilud, Rancaekek dan Ciganea yang sudah 100 persen penertibannya. “Sedangkan Padalarang dan Gadobangkong masih dalam pendataan,” tutup Ilud.  (win)