Di Jabar, Kredit Danamon Lewati Rp 5 Triliun

danamonJABARTODAY.COM – BANDUNG

Meningkatkan penyaluran kredit menjadi opsi lembaga-lembaga perbankan guna terus mempertahankan sekaligus mendongkrak kinerja bisnisnya. Itu pun dicanangkan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan, hingga semester pertama tahun ini, secara nasional, kredit usaha mikro Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) tumbuh 3 persen daripada periode yang sama 2013 atau menjadi Rp 20 triliun. Lalu, kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM), bergerak positif 16 persen lebih baik daripada periode sama 2013 atau menjadi Rp 22,9 triliun.

Berikutnya, kredit komersial, pada paruh tahun ini juga mencatat kenaikan 28 persen lebih tinggi daripada semester awal 2013 atau menjadi Rp 17,4 triliun. Begitu pula dengan kredit korporasi yang naik 34 persen menjadi Rp 16,6 triliun.

Lalu, bagaimana dengan penyaluran kredit di Jawa Barat? Arief Setyohadi, Pimpinan PT Bank Danamon Kantor Wilayah Bandung, yang wilayah kerjanya meliputi Jabar, mengutarakan, di Tatar Pasundan, pihaknya pun menorehkan kinerja positif, meskipun mayoritas bank, termasuk perbankan yang dipimpinnya itu, pada tahun ini, fokus pada upaya menekan Non-Performing Loans (NPL) atau kredit bermasalah.

Arief menyebutkan, secara keseluruhan, penyaluran kredit di Jabar, termasuk pembiayaan melalui PT Adira Finance, yang merupakan anak perusahaan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, nilainya, mencapai Rp 6,6 triliun. Angka itu, kata dia, berarti terjadi pertumbuhan 10 persen. “Jika tidak termasuk pembiayaan melalui PT Adira, angkanya sekitar Rp 4 triliun,” tukas Arief, Rabu (6/8/2014).

Khusus kredit mikro, yang juga tumbuh 5 persen, Arief menyatakan, di wilayahnya, nilai penyalurannya berkontribusi sekitar 25 persen total kredit. Secara nominal, ucap dia, angka penyaluran kredit mikro melalui DSP sekitar Rp 1,3 triliun.

Berkenaan dengan funding atau pengumpulan dana pihak ketiga (DPK), Arief mengemukakan, hingga pertengahan 2014, masih positif. Kendati tipis, kata Arief, masih terjadi pertumbuhan, sekitar 2 persen. Nominalnya, sebut dia, menjadi sekitar Rp 4,1 triliun.

Hingga akhir tahun 2014, Arief mencetuskan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan sesuai dengan anjuran Bank Indonesia (BI), yaitu sekitar 15-20 persen. “Pada awal tahun, berdasarkan rencana bisnis bank, kami memproyeksikan terjadi pertumbuhan, baik landing maupun funding, sebesar 20 persen. Tapi, adanya anjuran BI, target kami konservatif, yaitu 15 persen,” tutup Arief. (ADR)

Related posts