Daop 2 Siapkan Ribuan Kursi per Hari

Kereta ApiJABARTODAY.COM – BANDUNG — Berbagai persiapan terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasuki momen arus mudik Idul Fitri 2015. Tahun ini, lembaga BUMN tersebut menetapkan masa angkutan Idul Fitri 2015 selama 26 hari, yang terdiri atas 15 hari sebelum Idul Fitri, yaitu 2-16 Juli 2015, masa Idul Fitri selama 2 hari, yaitu17-18 Juli 2015, dan pasca Idul Fitri 2015 selama 9 hari, yaitu19-27 Juli 2015.

Persiapan pun dilakukan PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung. Di wilayah tersebut, PT KAI menyiapkan ribuan kursi per harinya. “Setiap harinya, kami menyediakan 9.474 kursi. Jumlah itu terdiri atas 3.800 kursi eksekutif, 2.176 kursi kelas bisnis, dan 3.498 kursi kelas ekonomi,” tandas Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Zunerfin, Sabtu (11/7).

Zunerfin meneruskan, pada masa angkutan Idul Fitri tahun ini, secara total, pihaknya menyiapkan 24 rute perjalanan. Itu, jelas pria penggemar masakan Padang tersebut, terdiri atas 9 rute perjalanan arah barat, yaitu Jakarta, 13 perjalanan menuju timur, seperti Yogyakarta, Malang, Kutoarjo, dan Surabaya, dan 2 rute perjalanan arah utara, yaitu Cirebon serta Semarang.

Guna mengantisipasi kenaikan penumpang, yang memang kerap terjadi ketika momen mudik Idul Fitri, Zunerfin mengemukakan, pihaknya pun menyiapkan 3 KA tambahan Idul Ftitri, yaitu KA Lodaya Lebaran (Bandung Solo) sebanyak 1 rangkaian, KA Pasundan Lebaran (Bandung-Surabaya) sejumlah 2 rangkaian, dan 1 rangakaian tambahan KA Kutojaya Selatan (Bandung-Kutoarjo) . “Jumlah kursinya sebanyak 1.728 kursi setiap perjalanan. Sedangkan total jumlah perjalanan plus KA tambahan menjadi 30 perjalanan,” tukas Zunerfin.

Berkenaan dengan tarif, Zunerfin menjelaskan, selama masa angkutan Idul Fitri 2015, pihaknya memberlakukan tarif ekonomi PSO (public service obligation), yang keberangkatannya di Stasiun Kiaracondong, yang mengacu Peraturan Menteri (PM) Nomor 17/2015.

“Untuk tarif KA komersial, kami tetap mengacu pada tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). Untuk tarif KA Tambahan, angkanya sesuai KA regulernya. Misalnya, tarif KA tambahan Lodaya, tarifnya sesuai dengan KA Lodaya reguler. Kami pun memberlakukan tarif reduksi, bagi kalangan lanjut usia (lansia), pensiunan PT KAI, TNI, Polri, kalangan Veteran, dan pegawan PT KAI berseragam dinas lengkap,” paparnya.

Berbicara tentang keamanan perjalanan, Zunerfin mengutarakan, pihaknya menjalin kerjasama dengan pihak berwajib. Untuk menjaga keamanan, jajarannya, sahut Zunerfin, dibantu oleh sekitar 400 perseonis Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar. “Para petugas tersebut tidak hanya bertugas di dalam KA, tetapi juga pada tempat-tempat dan lokasi lainnya,” tutup Zunerfin. (ADR)

 

Related posts