Cirebon Tertinggi Penyerapan Rastra

Foto: erwin adriansyah
Foto: erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya, kalangan masyarakat miskin, yang komoditi utamanya beras, pemerintah menggulirkan sejumlah program. Di antaranya, program Beras Rakyat Sejahtera (Rastra), yang sebelumnya beristilah Beras Masyarakat Miskin (Raskin), dan teknis pelaksanaannya oleh Perum Bulog.

Di Jabar, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menyiapkan 39 ribu ton beras per bulan dalam program Rastra. Sedangkan untuk penyaluran Rastra ke-13 dan ke-14, Jabar menyiapman 78 ribu ton. “Untuk raskin ke-13 dan ke-14, jumlah penerimanya sebanyak 2,61 juta rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSM),” tandas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Alip Affandi, di tempat kerjanya, Graha Sativa, Jalan Soekarnohatta Bandung, Jumat (30/10).

Diutarakan, sejauh ini, di wilayah kerjanya, penyaluran rastra reguler sudah mencapai 98 persen. Untuk penyaluran Rastra ke-13, imbuhnya, mencapai 77,6 persen. “Sementara penyaluran Rastra ke-14, kami masih melakukan kalkulasi,” tutur Alip.

Di Jabar, lanjutnya, penyerapan tertinggi, baik rastra reguler maupun rastra ke-13, berlangsung di Cirebon. Di daerah pesisir utara Jabar tersebut, ungkapnya, penyalurannya mencapai 100 persen. Sedangkan penyerapan terendah, katanya, terjadi di Kabupaten Cianjur, yaitu 29,2 persen.

Menurutnya, masih rendahnya penyerapan di Kabupaten Cianjur karena program Rastra bergantung pada kesiapan finansial masing-masing kota-kabupaten. “Tugas kami hanya sebagai operator pemerintah,” seru Alip.

Tentang penyerapan, Alip mengutarakan, sejauh ini, pihaknya terus melakukannya. Posisi terakhir, sebut Alip, volume penyerapan menapai 418 ribu ton. Angka itu, tuturnya, sebenarnya, melampaui prognosa awal, yaitu 400 ribu ton. Disebutkan, penyerapan tersebut pun mencakup beras premium. Volume penyerapan beras premium, tukasnya, sebesar 60 ribu ton. “Proyeksi penyerapan beras premium sebanyak 90 ribu ton,” tutupnya. (ADR)

Related posts