Home » Opini (page 10)

Opini

Pitung Sang Penggerak (3)

Oleh Komaruddin Rachmat Pada 1640 armada Portugis yang membawa tawanan dihancurkan armada Belanda di Selat Malaka. Tawanan Portugis tersebut dibawa ke Batavia dan  kemudian dijadikan budak. Mereka kemudian dibebaskan setelah mau pindah dari agama Katolik …

Read More »

Pitung Sang Penggerak (2)

Oleh Komaruddin Rachmat Pitung di Rawa Belong dengan terbuka diterima oleh pamannya Haji. Naipin. Haji Napiudin sebelum pulang menyampaikan pesan kepada adiknya, agar mendidik pitung dengan ajaran agama, mengingat ayahnya pitung telah menjadi murtadin yang …

Read More »

Pitung Sang Penggerak (1)

Oleh Komaruddin Rachmat Solihun lahir di Kampung Kayu Tinggi, sekarang Kelurahan Cakung Timur – Jakarta Timur) dari ayah Napiun (Bang Piun) dan ibu Sopinah (Mpok Minah). Ketika berumur 10 tahun Solihun dan ibunya ditinggalkan oleh ayahnya …

Read More »

G30S/PKI, Mengapa Gagal? (2)

Komaruddin Rachmat Beralihnya operasi militer dari Kolonel Untung langsung ke biro khusus (Syam) ditandai dari terjadinya dua pengumuman yang berbeda di RRI. Yaitu pada pagi hari diumumkan telah digagalkanya kudeta oleh dewan jenderal, tapi menjelang …

Read More »

Panglima Gatot Nurmantyo Dalam Bidikan Politik

Oleh: Fathorrahman*   JABARTODAY.COM -Beberapa pekan terakhir ini, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tengah menjadi sorotan publik. Tentu saja itu hal yang wajar belaka. Jenderal Gatot memang layak diperbincangkan. Ia memiliki banyak hal untuk diperbincangkan. …

Read More »

G30S/PKI, Mengapa Gagal? (1)

Komaruddin Rachmat Tafsir berbeda dari sejarah yang ada tentang G30S/PKI datang pertama kali dari Cornell paper. Naskah university of Cornell tersebut dirumuskan oleh dua ahli Indonesia yaitu Ben Anderson dan Ruth Mc Vey, yang menyatakan …

Read More »

Masa Depan Konsorsium Riset Samudera

Oleh. Tatang Muttaqien, Ph.D   Jika Presiden Joko Widodo memproyeksikan Indonesia untuk menjadi negara dan bangsa yang maju pada tahun 2045, maka peningkatan kualitas litbang menjadi keniscayaan. Beragam sumberdaya litbang akan optimal jika disinergikan dengan …

Read More »

Hari-hari Mencekam (4)

Komaruddin Rachmat Pada 30 September 1965 rakyat Cakung terutama yang tinggal di pinggir jalan menyaksikan pemandangan yang tidak biasa, yaitu pergerakan massa mengenakan yang berpakaian hitam-hitam dan memakai ikat kepala berwarna merah. Kami tidak tahu …

Read More »

Hari-hari Mencekam (3)

Oleh Komaruddin Rachmat Baba Muram dan Danapi sepertinya ditugaskan untuk menjaga kami, karena kerap berada di sekitar kami. Sejatinya selalu berada di rumah  menyiksa bagi saya dan teman-teman, karena kami adalah anak-anak nakal kampung ketika …

Read More »

Hari-Hari Mencekam (2)

Oleh Komaruddin Rachmat Hubungan kekerabatan itu jualah akhirnya yang menyelamatkan anggota PKI di desa kami dari pembersihan pasca peristiwa G30S/PKI, karena data-data keanggotaan PKI mereka dibakar oleh H Skr sebelum RPKAD datang. H Skr adalah …

Read More »