Bulog Mulai Keluarkan Jurus Stabilisasi Harga

  • Whatsapp
Guna menjaga stabilisasi harga jual, Per Bulog Divre Jabar menggulirkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berlangsung secara nasional ke berbagai wilayaj, termasuk Tatar Pasundan.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Salah satu indikator terjaganya kesejahteraan masyarakat terdapat pada kondisi dan stabilitas pangan, tidak hanya dalam hal ketersediaan serta pasokan, tetapi juga harga. Dalam beberapa hari terakhir, harga jual beberapa komoditi pangan, utamanya beras, mengalami peningkatan.

Karenanya, sebagai lembaga Merah Putih bidang pangan, Perum Bulog mulai mengeluarkan jurus antisipasinya demi ketahanan dan stabilitas harga. “Se ara serentak, kami menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menyikapi harga jual yang mulai naik,” tandas Achmad Ma’mun, Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar,  usai launching CBP Jabar di kawasan Graha Sativa Perum Bulog Divre Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, Senin (27/8).

Mantan pebolavoli Timnas Sea Games era 1980-an ini meneruskan, penyaluran CBP itu bagian langkah Operasi Pasar (OP), yang komposisinya antara lain, beras (medium dan premium), minyak goreng, tepung terigu, serta telur. Dikatakan, langkah ini bergulir karena naiknya harga jual sejumlah komoditi termasuk beras.

Saat ini, ucapnya, harga jual beras, baik medium maupun premium, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yaitu Rp 9.450 per kilogram (beras medium) serta Rp 12.800 per kilogram (beras premium). Khusus beras, ungkapnya, dalam agenda yang berlangsung secara nasional ini, pihaknya menjual beras medium seharga Rp 9.000 per kilogram dan Rp 11.000 per kilogram beras premium.

Diutarakan, pihaknya menyiapkan pasokan dalam volume tidak terbatas. “Berapa pun kebutuhannya, Insyaallah kami penuhi. Kami siap mendistribusikannya ke seluruh wilayah Jabar,” tutup pria berdarah asli Limbangan Garut ini.  (win)

Related posts