Branding Masih Jadi Kendala UMKM

erwin adriansyah
erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Dalam dunia usaha, banyak hal yang menjadi faktor agar sebuah produk dilirik konsumen. Terlebih, pada era persaingan bebas, yang terkini adalah ASEAN Economy Community (AEC) pada awal 2016. Salah satunya adalah branding atau merek.

“Dalam era AEC, persaingan kian ketat. Berbagai produk dari negara ASEAN masuk ke Indonesia. Tapi, saya kira, itu sebuah peluang bagi dunia usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM),” tandas Poppy Rufaidah, ekonom LPM Universitas Padjadjaran di Dinas Koperasi UMKM Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, Selasa (29/9), pada Rapat Publikasi.

Menurutnya, sejauh ini, ada beberapa hal yang menjadi kendala UMKM. Kendala terbesar, yaitu permodalan, sebesar 58 persen. Lainnya, sambung dia, jaringan, pengembangan bisnis, distribusi, dan lainnya. “Branding juga penting. Branding yang menarik dapat meningkatkan nilai tambah dqn dqyq saing,” ucap wanita berkerudung tersebut.

Selain branding, tambahnya, publikasi dan sinegritas antar-stake holder, juga penting. Publikasi melalui media, baik cetak, online, elektronik, termasuk media sosial, ujarnya, dapat menjadi bagian strategi promosi. Pun dengan sinergitas. Dia berpendapat, sinergi yang kuat merupakan sebuah kekuatan ekonomi yang luar biasa dan sebagai penjawab tantangan era pasar bebas.

Arundina, Manajer Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra Indramayu, mengiyakan bahwa branding masih menjadi kendala. “Benar. Soal btanding, masih jadi kendala kami, aku Arundina.

Padahal, ucapnya, secara ekonomi, pihaknya punya kapasitas dan potensi besar. Dalam hal hasil tangkapan, ucap dia, setiap harinya sekitar 40 ton. Omsetnya, sambung Arundina, sekitar Rp 1,2-1,4 miliar per hari.

Dia berpandangan, apabila sudah punya brand, tentunya makin meningkatkan nilai tambah. Jika itu terjadi, efeknya, kesejahteraan pun meningkat.

Ketua Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Dadi Haryadi, menambahkan, kehadiran media dapat menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi. Diutarakan, melalui media, berbagai kalangan masyarakat dapat memperoleh informasi terkini tentang segala hal yang berkaitan dengan ekonomi, baik jasa keuangan, sektor riil, termasuk UMKM. (ADR)

Related posts