Bongkar Bangunan yang Halangi Drainase

Banjir di wilayah Bojongloa Kidul, Selasa (15/11).
Banjir di wilayah Bojongloa Kidul, Selasa (15/11).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Melakukan pembongkaran bangunan yang menghalangi aliran drainase, merupakan antisipasi curah hujan ekstrim di Kota Bandung.

“Ada beberapa penghalang yang menyebabkan Sungai Citepus meluap, yaitu kondisi jalan masuk ke kawasan permukiman dan pertokoan yang letaknya lebih rendah, sehingga menghalangi laju air,” kata Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Lisa Surya Lestari, di Balai Kota Bandung, Selasa (15/11).

Lisa menjelaskan, DBMP telah melakukan 13 kali pembongkaran. 9 titik di Babakan Jeruk dan 4 titik di Pagarsih. Di Babakan Jeruk, titik-titik pembongkaran sebagian besar adalah jalan masuk rumah. Sedangkan, di Pagarsih, jalan masuk ke gang permukiman penduduk dan pertokoan. “Jalan-jalan yang sudah dibongkar, akan ditinggikan agar posisinya tidak seperti sekarang,” ucap Lisa.

Pada musim hujan kali ini, sambung Lisa, terdapat tiga titik banjir yang menjadi perhatian, yaitu di sepanjang Jalan Dr. Djundjunan, Jalan Pagarsih, dan Gedebage. DBMP pun melakukan penanganan berbeda di tiap-tiap titik. “Untuk mengantisipasi banjir di Jalan Dr. Djundjunan, kami akan membongkar jalan rumah, memperlebar saluran drainase di depan Hotel Topas, dan memindahkan jalan masuk Hotel Topas ke sebelah barat dari lokasi yang ada,” terang Lisa.

Sementara itu, di Jalan Pagarsih, penanganan dilakukan dengan pembongkaran di Gang Sereh dan dilanjutkan ke jalan masuk lainnya yang dinilai menghambat aliran air. Sedangkan, di Gedebage perlu dilakukan pengerukan sedimen di beberapa tempat, di antaranya di Jalan Rumah Sakit, di mana terdapat penampungan air di Jalan Soekarno-Hatta menuju Perumahan Pinus untuk dipompakan ke Sungai Cinambo Baru. “Kami merencanakan penanganan jangka menengah dengan pembuatan danau restensi di lima titik. Saat ini sedang tahap pengkajian. Kalau tidak ada halangan, tahun 2017 akan mulai konstruksi. Sekarang sedang survei lokasi,” pungkas Lisa. (koe)

Related posts