JABARTODAY.COM – BANDUNG Pelaku industri kreatif berharap pemerintah membuat pusat industri desain nasional layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat. Saat ini, pusat pengembangan industri, khususnya desain produk terbagi-bagi dan dikelola oleh beberapa lembaga.
Pernyataan itu terangkum dalam percakapan dengan sejumlah pengurus Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia kepada Jabartoday di Bandung, Minggu (4/9). Ketua ADPII Adhi Nugraha mengatakan, saat ini setiap lembaga tingkat kementerian memiliki pusat pengembangan desain, salah satunya Kementerian Perdagangan. “Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) juga bikin, Kemenperin (Kementerian Perindustrian) juga punya. Kalau bisa semua disatukan agar tidak terpecah-pecah,” ujar Adhi.
Pasalnya, bila terpecah-pecah dikhawatirkan industri desain di Indonesia mudah tersaingi dengan negara lain, seperti Singapura. Dengan adanya tempat pengembangan industri yang terpusat memudahkan para pelaku mengembangkan ide-ide mereka. “Udah mah kalau kecil-kecil, gimana mau saingan. Mending digabungkan biar kita bisa tunjukkan industri kreatif Indonesia itu besar,” sahut Adhi.
Sekretaris Jenderal ADPII Andry Masri menambahkan, pihaknya juga menginginkan agar Presiden Joko Widodo tidak mengganti orang-orangnya di kementerian, seperti Menteri Perdagangan. Harapan itu bukan tanpa alasan, dikarenakan bila mengganti menteri, bakal merubah semua regulasi dan kebijakan. “Sebenarnya tidak dari nol lagi. Hanya saja harus melakukan kesepakatan dan berdiskusi lagi dengan menteri yang baru,” seru Andry.
Keduanya mengklaim, jika industri desain produk di Tanah Air sudah sangat berkembang. Bahkan sejumlah desain mobil pabrikan asal Jepang dibuat oleh orang Indonesia. Maka itu, sudah selayaknya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemerintah lebih terbuka dengan para pelaku industri ini. “Desain kita tidak kalah dengan Singapura, Malaysia, Thailand. Bahkan di Korea ada orang kita yang mengajar disana,” ungkap Andry.
Dalam menutup pembicaraan, keduanya mempunyai keinginan agar pelaku industri ini bersatu dalam satu wadah formal, yakni ADPII, agar memermudah mereka dalam menjalankan usahanya nanti. “Sekarang masih belum guyub. Cuma mereka sudah mulai terbuka untuk bergabung di wadah formal,” tandas Adhi. (dva)