Bangun Pelabuhan Patimban, Jepang Siapkan Investasi Raksasa

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG – Ketersediaan sarana infrastruktur yang mumpuni dapat menjadi penggerak ekonomi. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan tatar Pasundan adalah pelabuhan laut yang representatif, sehingga dapat berfungsi sebagai pintu perdagangan.

Memang, saat ini, Jabar memiliki Cirebon. Akan tetapi, pelabuhan bersejarah di Kota Udang itu sulit dikembangkan, karena beberapa hal. Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersiap membangun pelabuhan baru. Semula, pembangunannya berlangsung di Cilamaya, Karawang. Akan tetapi, kemudian beralih ke Patimban, Kabupaten Subang.

“Saat ini, perkembangannya pada tahap pembebasan lahan. Kami terus mendorong pembangunan Pelabuhan Patimban agar segera beroperasi,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar, Iwa Karniwa, pada Sosialisasi Industri Hulu Migas yang digelar PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Pertamina di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (1/9).

Iwa mengungkapkan, sumber pendanaan pembangunan pelabuhan yang berlokasi di Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, yaitu 3 kementerian. Yaitu, sebutnya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kemaritiman, dan Kementerian Keuangan. Kendati demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan bagi investor untuk turut mendanai pembangunannya.

Adalah Jepang, sahut Iwa, yang kabarnya, siap berinvestasi dalam pembangunan Pelabuhan Patimban. Nilai inveatasinya, tutur Iwa, sangat besar, bernilai Rp 43 triliun.

Agar proyek itu berlangsung tanpa kendala, Iwa menyatakan, Pemprov Jabar meminta Bupati Subang supaya berkontribusi dalam proses pembebasan lahan. Pembangunan pelabuhan ini beelangsung 3 tahap. Tahap pertama, proyeksinya tuntas 2019 .

Menurutnya, kapasitas Pelabuhan Patimban besar. Pada tahun pertama, ucapnya, pelabuhan ini mampu menampung 250 ribu unit mobil dan 1,5 juta TEUs per tahun. Pasca beroperasi, imbuh Iwa, kapasitas menjadi 7,5.juta  TEUs pada 2037, dan total kendaraan sejumlah 500 ribu unit kendaraan.  (ADR)

Related posts