Bandung Siap Perlebar Pasar Craft

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sebenarnya, Jabar, khususnya, Kota Bandung, punya potensi dan peluang ekonomi yang luar biasa. Satu di antaranya, dalam hal produk seni dan kerajinan (craft & art). Buktinya, sampai saat ini, sejumlah produk craft Kota Kembang sukses menembus pasar mancanegara.

“Benar. Ada beberapa produk craft Kota Bandung yang menembus pasar mancanegara. Yaitu, asesoris pakaian. Hingga kini, produk tersebut masuk pasar negara-negara ASEAN,” tandas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Indagkop) Kota Bandung, Erik M Attauriq, di tempat kerjanya, kawasan Kawaluyaan Kota Bandung, Selasa (14/4).

Melihat potensi itu, lanjut pria berkaca mata ini, sebetulnya, produk-produk craft Kota Bandung lainnya pun punya peluang pasar yang terbuka. Memang, ujar dia, sejauh ini, sejumlah produk craft di luar asesoris pakaian, sudah menembus pasar ASEAN. Namun, akunya, itu terjadi tidak secara langsung melalui ekspor yang dilakukan para produsennya. “Misalnya, ada wisatawan yang ke Kota Bandung dan membeli produk-produk itu kemudian mereka bawa ke negaranya. Itu terjadi, karena pasar masih terbatas pada kalangan tertentu,” ucap dia.

Meski demikian, tegas Erik, pihaknya berkeyakinan bahwa produk craft Kota Bandung punya potensi yang besar untuk tembus pasar internasional secara lebih luas. Karenanya, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk merealisasikannya. Satu di antaranya, pada momen Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, pihaknya menggulirkan Pameran Bandung Art and Craft, pada 21-22 April 2015 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.

Menurutnya, momentum dan semangat KAA dapat menjadi trigger para pelaku usaha craft Kota Bandung supaya lebih berkembang, berdaya saing, dan mandiri. Hal itu, ucapnya, adalah hal penting, mengingat persaingan dunia usaha makin ketat seiring dengan segera bergulirnya agenda kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN. “Yaitu, AEC (ASEAN Economic Community) pada akhir tahun ini,” seru Erik.

Ajang yang diikuti 23 pengusaha art dan 47 pebisnis craft ini, jelas Erik, sebagai pintu gerbang untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk craft Kota Bandung kepada negara-negara peserta KAA. Harapannya, cetus dia, momentum ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha craft kota berjuluk Parisj van Java tersebut.

Ketua Panitia Pameran Bandung Art and Craft, Deni Drimawan, menjelaskan, agenda tersebut menjadi bagian Peringatan KAA ke-60. Para peserta pameran, ujar dia, adalah mereka yang benar-benar punya produk kualitas ekspor. “Seperti halnya pemerintah, kami harap, ajang ini menjadi pintu pembuka pasar ekspor craft Kota Bandung ke dunia internasional,” ucapnya.  (ADR)

Related posts