Awal 2017, Tarif Listrik Turun

jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Masyarakat dapat tersenyum memasuki awal 2017. Pasalnya, pemerintah memutuskan menurunkan tarif tenaga listrik (TTL) bagi 12 golongan TTL, sesuai mekanisme Tariff Adjustment (TA). “Turunnya harga ICP (Indonesian Crude Price) menjadi salah satu acuan pemerintah meturunkan tarif listrik. Selain itu, acuan lainnya, meski nilai tukar rupiah melemah, biaya pokok produksi (BPP) pun turun,” tandas Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka, dalam keterangan resminya.
Dijelaskan, pada November 2016, kurs rupiah sebesar Rp 13.310,50 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Oktober 2016, katanya, rupiah berada pada level Rp 13.017,24 per dolar AS. Sedangkan Harga ICP pada November 2016 menjadi 43,25 dolar AS per barrel. Sementara pada Oktober 2016, harganya 46,64 dolar AS per barrel. Dasar lainnya, ucap dia, penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) ini, Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28/2016.
Berdasarkan ke-3 hal itu, ubgkap dia, pada Januari 2017, tarif listrik Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp 1.467,28 per kilo Watt hour (Kwh). Lalu, tambahnya, tarif listrik Tegangan  Menengah (TM) sebesar Rp1.114,74 per KWh, tarif listrik Tegangan Tinggi (TT) senilai Rp 996,74 per KWh, dan tarif listrik Layanan Khusus menjadi Rp 1.644,52 per KWh. “Penyesuaian tarif bulan ini termasuk stabil. Rata-rata, turunnya Rp 6,” sambung I Made Suprateka.
Sementara itu, 12 golongan tarif yang tidak mendapat subaidi pemerintah yaitu Golongan R1 berdaya 1300 Volt Ampere (VA), R1 berdaya 2200 VA, R1 berdaya 3.500-5.500 VA,  R3  berdaya melebihi 6.600 VA, B2 (Bisnis) berdaya 6.600 VA-200 Kilo Volt Ampere (KVA), B3  berdaya melebihi 200 kVA,  P1 (Kantor Pemerintah) berdaya 6.600 VA-200 KVA, I3  (industri) berdaya melebihi 200 kVA
I4   Industri besar tegangan tinggi berdaya melebihi 30 Mega Volt Ampere (MVA), P2  (Kantor Pemeritah tegangan menengah) berdaya melebihi 200 kVA, P3  (Penerangan Jalan Umum), dan Layanan Khusus
Mulai 1 Januari 2017, imbuhnya, juga ada penambahan 1 golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu berdaya 900 VA (R-1/900 VA-RTM), yang sebelumnya golongan tarif R-1/900 VA. Untuk golongan tarif R-1/900 VA khusus masyarakat mampu, berlaku kenaikan bertahap setiap 2 bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017. Pada 1 Juli 2017 tarif golongan itu sama dengan dengan 12 golongan tarif lainnya, yang mengalami penyesuaian tarif tiap bulannya.
“Sementara 25 golongan tarif lainnya yang masih mendapat subsidi, tidak berubah. Yaitu, pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial, termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut,” tutupnya. (win) 

Related posts