Antisipasi Bencana saat Wukuf, Kemenag Siapkan Strategi

(antara)
(antara)

JABARTODAY.COM – MEKKAH. Untuk mengantisipasi bencana seperti hujan lebat, badai angin, maupun pasir, pada puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah, Arab Saudi, Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan strategi.

“Perubahan cuaca yang sangat ekstrim di tanah suci harus kita antisipasi,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di sela-sela kunjungan kerja ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), Mekkah, Senin (14/9/2015).

Menag mengungkapkan sebagai Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH), Kementerian Agama akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak otoritas di Arab Saudi untuk membuat strategi khusus mengantisipasi perubahan cuaca yang ekstrim di negara tersebut pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

“Strateginya akan kami siapkan dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan tidak terjadi cuaca ekstrim sehingga Wukuf di Arafah berjalan dengan baik,” kata Lukman.

Ia mengimbau seluruh petugas dan jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan atas sesuatu yang tidak dinginkan tersebut, mengingat perubahan cuaca di Arab Saudi sangat ekstrim menjelang pergantian musim semi.

Jumat (11/9/2015) lalu, hujan lebat yang disertai angin kencang telah menyebabkan alat berat untuk perluasan Masjidil Haram roboh yang mengakibatkan ratusan jamaah dari berbagai negara meninggal dunia.

Sampai Selasa dini hari, sebanyak 10 jamaah Indonesia dipastikan meninggal dunia serta 41 orang luka berat dan ringan. Dari jumlah orang yang luka sebanyak 18 orang sudah kembali ke pemondokan masing-masing dan sisanya 23 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi. [ant/sep]

Related posts