Akses Publik Untuk Kaum Disabilitas Masih Minim

DisabilitasJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kepedulian terhadap kaum penyandang disabilitas disebut masih minim. Itu terbukti dengan kurangnya sarana dan prasarana bagi warga yang berkebutuhan khusus, utamanya di Kota Bandung.

Deputi Direktur Bandung Independent Living Center Aden Achmad mengatakan, proses pembangunan tata kota ke arah yang lebih baik tidak dibarengi dengan aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas.

“Pedestrian aksesnya masih sedikit. Di gedung-gedung pemerintahan juga masih sedikit, bahkan di Balai Kota belum ada,” keluh Aden dalam Bincang-Bincang Disabilitas dan Kebutuhannya, di Le Marly Pantry, akhir pekan lalu.

Sebenarnya, pemerintah sudah menyiapkan transportasi bagi kaum disabilitas dalam bentuk Trans Metro Bandung. Hanya saja, kata Aden, akses bagi kaum disabilitas ke haltenya belum ada. Sehingga, menyulitkan mereka karena harus naik tangga terlebih dahulu.

Tak hanya soal sarana publik, Aden juga menuturkan, jumlah alokasi pekerjaan bagi penyandang disabilitas sekarang ini masih minim. Harusnya, sambungnya, setiap perusahaan perlu mengalokasikan pekerjaan bagi mereka yang memiliki keterbatasan gerak dalam hidupnya.

“Ada, tapi baru sekian persen. Kami mendesak Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) untuk menciptakan dunia kerja bagi kami. Sebenarnya pekerjaan untuk difabel itu banyak, cuma untuk masuknya susah, dari owner-nya mau ga nerima kita? Itu permasalahannya. Tapi kalau dicoba, kita bisa lah,” tegas Aden.

Aden juga mengkritisi pembuatan guiding block yang diperuntukan bagi penyandang tuna netra di jalan-jalan protokol di Kota Bandung. Ia menilai pemasangan guiding block tidak sesuai dan menyulitkan para tuna netra. “Jadi keinginannya harus dipasang sesuai aturan saja, soalnya guiding block itu menuntun para penyandang tuna netra ke tempat yang dituju,” terangnya.

Ketidaksesuaian itu, dijelaskan Aden, karena pada saat pembuatan tidak melibatkan para penyandang disabilitas. Maka itu, pihaknya meminta agar pada saat pembangunan sarana dan prasarana publik dapat melibatkan para penyandang disabilitas. Pasalnya, sebagai warga negara, mereka juga memiliki hak yang sama. (VIL)

Related posts