AEC, Pasar Produk Fashion dan Mamin Terbuka

  • Whatsapp
foto; erwin adriansyah
foto; erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Menjelang bergulirnya ajang kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN atau ASEAN Economic Comnmunity (AEC) pada akhir tahun ini, sejumlah negara, termasuk Indonesia, khususnya, Jabar, terus melakukan berbagai upaya agar tidak kalah bersaing.

Di Jabar, agenda kerjasama itu tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang. “Jangan anggap AEC sebagai tantangan. Anggap ajang itu sebagai peluang bagi para pelaku usaha dan industri Jabar, mulai skala mikro, kecil, menengah, hingga besar,” tandas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief di tempat kerjanya, Jalan Asia Afrika Bandung, belum lama ini.

Pria berkaca mata ini berpendapat, berbicara produk Jabar, sebenarnya, tatar Pasundan memiliki banyak produk yang berpotensi berbicara banyak saat ajang AEC bergulir. Menurutnya, setidaknya, ada empat kelompok komoditi asal Jabar yang punya peluang meraih pasar. Itu karena, terangnya, keempat kelompok itu punya perkembangan yang positif. “Keempat kelompok itu, kami kira siap bersaing pada era AEC. Kelompok-kelompok tersebut yaitu fashion, makanan-minuman, kerajinan (handycraft), dan alas kaki,” sebut Ferry.

Dijelaskan, kesiapan keempat kelompok itu karena adanya sokongan serta ketersediaan bahan baku lokal. Sebagai contoh, sebut Ferry, untuk fashion yang berbahan baku kulit, dan alas kaki, lembaran kulit siap olah mencukupi. Begitu pula, sambungnya, bahan baku untuk kelompok kerajinan serta makanan-minuman.

Akan tetapi, kata Ferry, tidak tertutup kemungkinan, masih banyak publik di Jabar, khususnya, Bandung, yang masih belum mengetahui produk-produk tatar Pasundan, yang sebenarnya, punya kualitas tidak kalah bahkan lebih tinggi daripada komoditi impor asal tatar Pasundan. Untuk itu, ungkap dia, pihaknya menggulirkan ajang pameran Produk Unggulan Jabar 2015. “Rencananya, berlangsung 22-24 Mei 2015 di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka Bandung,” ungkapnya.

Denny Drimawan, Ketua Penyelenggara Pameran Produk Unggulan Jabar 2015, ajang tersebut memamerkan ratusan produk unggulan Jabar. Produk-produk yang terpamerkan itu, jelasnya, wajib mengikuti kurasi dan seleksi. Itu karena, jelasnya, pihaknya ingin produk-produk yang terpajang dalam pameran itu benar-benar berkualitas dan berdaya saing tinggi. “Sekitar 200 produk lolos kurasi,” sahut Denny.

Tidak hanya memajangkan ratusan produk unggulan, imbuhnya, pihaknya pun menjadikan agenda tersebut sebagai sarana sosialisasi bagi konsumen dan produsen. Di antaranya, jelas dia, berkenaan dengan standar mutu. “Konsumen dan produsen wajib mengetahui pentingnya produk bersertifikat SNI (Sertifikat Nasional Indonesia). Manfaat bagi konsumen, produk bersertifikat, terjamin kualitasnya sehingga tidak merugikan konsumen. Sedangkan bagi produsen, produk ber-SNI dapat meningkatkan daya saingnya,” tutup Denny. (ADR)

Related posts