Laba BJB Kembali Melejit. Ini Nominalnya

Jajaran direksi dan komisaris bank bjb saat memaparkan pencapaian kinerja triwulan III 2018 di Ritz Charlton Jakarta, Kamis (25/10) malam.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – JAKARTA — Kendati kondisi ekonomi nasional belum stabil seiring dengan terdepresiasinya rupiah sebagai efek global, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb tetap mampu menorehkan kinerja ciamik. Salah satu buktinya, perbankan BUMD Jabar-Banten itu, hingga triwulan III 2018, berhasil mendongkrak perolehan laba bersihnya.

“Kami bersyukur bahwa hingga September 2018, laba bersih kami bertumbuh 25,4 persen lebih tinggi daripada pencapaian periode sama 2017. Nominalnya, Rp 1,3 trilun,” tandas Direktur Keuangan bank bjb, Nia Kania, pada Analyst Meeting Triwulan III 2018 di Glass House Ritz Charlton SCBD Jakarta, Kamis (25/10) malam.

Nia menjelaskan, pertumbuhan laba bersih itu karena adanya peningkatan sejumlah lini bisnis perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu. Di antaranya, ungkap Nia, dalam hal penyaluran kredit.

Nia mengutarakan, secara total, hingga triwulan III 2018, pihaknya menggelontorkan dana kredit bernilai Rp 74,5 triliin. Besarnya kucuran kredit itu, lanjutnya, diimbangi oleh terjaganya Non-Performing Loans (NPL), yang hingga September tahun ini, berada pada level 1,58 persen.

Selain kredit, lanjutnya, hingga triwulan III 2018, pihaknya pun mencatat Net Interest Income (pendapatan bunga bank) yang tumbuh 4,1 persen lebih baik daripada periode sama tahun lalu. Tidak itu saja, ucapnya, fee based income pun naik 23,2 persen lebih tinggi daripada triwulan III 2017.

Kinerja positif lainnya, tambah Nia, terlihat pada dana pihak ketiga (DPK) dan nilai asset. Hingga September tahun ini, katanya, pihaknya mencatat total DPK senilai Rp 89,5 triliun. Sedangkan asset, tambahnya, nilainya menjadi Rp 114,1 triliun.

“Kaitannya dengan funding, kami berhasil menaikkan CASA (Current Account Saving Account) atau dana murah, yaitu tabungan dan giro. Kini, komposisinya 51,8 persen DPK merupakan CASA,” pungkas Nia.  (win)

Related posts