Peremajaan Lokomotif? Ini Syaratnya

(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia transportasi, melakukan peremajaan armada menjadi salah satu strategi meningkatkan pelayanan. Opsi itu pun dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Buktinya, lembaga BUMN ini menyiapkan dana raksasa untuk meremajakan gerbong-gerbong yang berusia 30 tahun lebih, sesuai masa pakainya, yamg rata-rata, mencapai 30 tahun.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro, mengemukakan, pihaknya membeli 1.000 unit kereta kepada PT INKA (Industri Nasional Kereta Api) (Persero) secara bertahap. “Proyeksinya, peremajaan ini tuntas dalam 3-5 tahun mendatang. Ini kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tandas Edi pada sela-sela peluncuran 8 rangkaian Kereta Premium, yang merupakan realisasi peremajaan, di Stasiun Bandung, Selasa (13/6),

Lalu bagaimana dengan lokomotif? Edi menyatakan, dalam hal lokomotif, sejauh ini, jumlahnya cukup banyak. Angkanya, kata Edi, melebihi 200 unit. Namun, aku Edi, hasil pengkajian menunjukkan, bahwa ratusan unit lokomotif sudah berusia cukup senja, hampir mencapai 30 tahun.

Jika memperhatikan hal itu, Edi menilai, idealnya, lokomotif pun mengalami peremajaan. Untuk itu, sahut dia, pihaknya berupaya secepatnya melakukan peremajaan. Akan tetapi, katanya, untuk merealisasikan peremajaan lokomotif, idelanya, pihaknya memahami dan menguasai teknologi perkeretaapian. Itu supaya, jelasnya, negara ini dapat bangun dan memproduksi lokomotif secara mandiri. “Baiknya, bisa mengadopsi teknologi supaya kita bisa memproduksi lokomotif secara mandiri sehingga Indonesia menjafi salah satu produsen lokomotif,” tutup Edi. (win)

 

Related posts