
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, keberadaan alat komunikasi konvensional kian terpinggirkan. Satu di antaranya, prangko. “Memang benar. Kemajuan teknologi berefek pada keberadaan prangko. Itu terasa tidak hanya Di indonesia, tetapi juga negara lain, semisal Singapura, China, dan lainnya,” tandas Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, R Soeyono pada Pra Event Bandung 2017, yaitu Pameran dan Kompetisi Filateli Dunia, di Festival Citylink, Jalan BKR Bandung, belum lama ini.
Soeyonoe mengemukakan, Di indonesia, dampak kemajuan teknologi terhadap prangko sangat terasa. Salah satu indikatornya, penggunaannya yang anjlok begitu drastis. Dikemukakan, beberapa dekade silam, penggunaan prangko di tanah air mencapai jutaan karena memang permintaan dan kebutuhannya tinggi.
Jumlah cetak pun, sambungnya, rata-rata, 1 juta keping. Bahkan, ujarnya, dapat mencapai 2-3 juta keping. “Tapi, saakt ini, sekitar 300 keping. Persentase pengguna prangko pun sangat kecil, 2 persen total volume pekerjaan PT Pos Indonesia (Persero),” ungkapnya.
Saat ini, kata Soeyono, penggunaan prangko banyak mengalami perubahan. Yaitu, terangnya, sebagai benda koleksi, bukan lagi salah satu sarana untuk berkomunikasi melalui surat menyurat.
Akan tetapi, tukasnya, kondisi berbeda terjadi di negara lain, semisal China dan Singapura. Meski teknologi mengalami kemajuan, sahutnya, keberadaan prangko di China dan Singapura tidak terpengaruh. Itu terjadi, jelasnya, karena adanya intervensi pemerintahnya.
Dia berpendapat, Singapura dan China tidak hanya memanfaatkan prangko untuk surat menyurat. Namun, lanjutnya, China dan Singaputa menjadikan prangko sebagai alat promosi pariwisata. “Ini berkat campur tangan pemerintahnya yang besar, agar prangko dapat tetap termanfaatkan,” katanya.
Karenanya, tegas dia, Di indonesia, pemanfaatan dan penggunaan prangko dapat kembali meningkat apabila adanya penjalinan kerjasama dengan berbagai pihak, utamanya, peran aktif pemerintah. “Kami sangat mendukung agenda Pameran dan Kompetisi Filateli Dunia Bandung 2017 di Trans Convention Center 3-7 Agustus 2017,” tutupnya. (win)





