
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Aksi damai kembali bergulir pada Jumat (5/5), atau Aksi 505. Karenanya, guna mengantisipasi aksi yang tidak tertutup kemungkinan berefek pada perjalanan Kereta Api (KA), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melakukan rekayasa pola operasi. Di antaramya, memberlakukan pemberhentian luar biasa sejumlah perjalanan.
Rekayasa pola operasi itu pun terjadi pada 4 rute perjalanan Argoparahyangan (Argopar), yaitu berhenti luar biasa di Stasiun Jatinegara. Informasinya, ke-4 rute perjalanan Argopar tersebut yaitu KA 22, KA 24, KA 26, dan KA 34.
Kepala Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Joni Martinus, menyampaikan, rekayasa itu dilakukan jajaran PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta. Menurutmya, itu berlangsung mengingat Stasiun Gambir yamg menjadi titik pemberhentian KA Argopar, sangat mungkin mengalami kepadatan dan kemacetan lalu lintas sebagai dampak Aksi 505.
Untuk wilayah kerjanya, Joni menegaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah. “Kami memperketat pengamanan dan membentuk sektor kendali Pengamanan Stasioner,” kata Joni.
Diungkapkan, sejumlah stasiun menjadi titik Pengamanan Stasioner. Yaitu, sebutnya, Stasiun Kiaracondong yang dikomandoi Senior Manajer Pengamanan, Stasiun. Bandung dikomandoi Manajer Object Vital, dan Stasiun Cimahi dikomandoi Manajer Pengmananan Operasi KA.
Pihaknya pun, lanjutnya, mengerahkan Polisi Khusus KA (Polsuska) yang sedang libur untuk memperkuat pengamanan stasiun. “Tidak itu saja, kami pun melakukan koordinasi kewilayahn degan jajaran kepolisian setempat,” tuturnya.
Mengenai adanya massa yang melakukan Aksi 505 menggunakan kereta api menuju Jakarta, Joni mengatakan, tidak tertutup kemungkinan, hal itu terjadi. Akan tetapi, ungkapnya, hingga Kamis (4/5) malam, pihaknya belum memperoleh informasinya. Walau begitu, tegas Joni, pihaknya tetap melakukan monitor perkembangan yang terjadi berkenaan dengan Aksi 505. (win)





