
jabartoday.com/ISTIMEWA
JABARTODAY.COM -.BANDUNG — Memasuki 2017, para pelaku konsultan jasa konstruksi memiliki tantangan yang lebih berat. “Benar. Ini tahun yang penuh tantangan,” tandas Ketua Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jabar, Andrian Tejakusuma, di Sekretariat Inkindo Jabar, Komplek Segitiga Mas KosambI Bandung, Jumat (3/2).
Beratnya tantangan itu, jelas Andrian, karena para konsultan tidak hanya punya kemampuan menangani pengerjaan banyaknya proyek infrastruktur. Akan tetapi, sambungnya, para konsultan konstruksi pin harus memiliki kemampuan dan kecakapan dalam hal penerapan teknologi terkini, yang lebih efektif dan efisien.
Andrian mengemukakan, saat ini, terdapat sejumlah teknologi baru dalam pengerjaan proyek konstruksi, yang mayoritas berupa proyek pembangunan jalan dan jembatan. Andrian mengemukakan, saat ini, pembangunan jembatan menggunakan teknologi baja melengkung.
Teknologi ini, tukasnya, dari Korea dan digunakan banyak negara, sepeti Malaysia, Jerman, Prancis, dan Thailand. Teknologi ini pun, sambungnya, menghemat anggaran hingga 70 persen, termasuk efisiensi waktu pengerjaan. Daya tahannya, kata dia, di negara-negara seperti Jerman dan Korea, bertahan 40 tahun lebih.
“Contohnya fly over Antapani, yang merupakan pilot project. Biaya pengerjaan fly over yang memakai teknologi baja melengkung itu sekitar Rp 35-40.miliar. Sedangkan jika menggunakan teknologi konvensional atau yang selama ini digunakan, biayanya mencapai Rp 130-140 miliar. Waktu pengerjaan pun sekitar 6 bulan. Ini jauh lebih cepat daripada penggunaan teknologi lama,” paparnya.
Andrian menambahkan, tidak hanya dalam hal penanganan proyek, yang tahun ini sangat banyak, sebagai contoh Kabupaten Bogor yang menyiapkan 700 paket pengerjaan infrastruktur, dan penerapan serta aplikasi teknologi, konsultan jasa konstruksi pun harus punya wawasan legal luas. Ini supaya, terangnya, tidak tersandung kasus hukum.
Karena itulah, ungkap Andrian, pihaknya melakukan beberapa pemerkuatan bagj para konsultan. Di antaranya, seru dia, menggelar agenda bertema “Pembekalan Perencanaan dan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur di beberapa wilayah Jabar Untuk Meningkatkan Kapasitas Para Konsultan dalam Menggarap Proyek Pembangunan. “Agar lebih siap menjawab tantangan 2017, pembekalan itu kami lakukan secara maraton,” tutupnya. (win)





