Pintu Dialog Terbuka bagi PKL

Pemkot akan merelokasi para PKL. (Istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Guna mewujudkan tatanan kota yang lebih baik, Pemerintah Kota Bandung mensyaratkan penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi prioritas utama. Sehingga, adanya sikap pro dan kontra terhadap program yang digulirkan bukan masalah yang harus diperdebatkan. “Itu sikap wajar dalam dinamika kehidupan. Apalagi, sudah menyangkut hajat hidup,” kata Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, saat ditemui di Kafe Le Marly, Senin (9/1), usai konferensi pers, terkait kondisi kesehatan Wali Kota Ridwan Kamil, yang sudah mulai membaik.

Yossi menjelaskan, substansi penataan dan mengembalikan ruang publik yang terserobot para PKL di Jalan Ahmad Yani, bukan untuk membunuh mata pencaharian mereka, tetapi langkah relokasi tersebut sejalan dengan visi dan misi dalam mensejahterakan masyarakat, secara khusus dalam hal ini harus mampu menjembatani persoalan ekonomi PKL.

Untuk itu, ujar Yossi, pihaknya akan melakukan upaya dialog lebih lanjut dengan para PKL yang masih belum mau pindah ke tempat relokasi yang disediakan. “Kami akan membuka pintu dialog, dan menjelaskan persoalan. PKL tetap harus masuk ke sana. Tapi, tentu tak harus otoriter, ya kita dialog lah,” tutur Yossi.

Menyoal para PKL yang belum tertampung di tempat relokasi, Yossi mengungkapkan, bisa dilakukan secara bertahap. Poin pentingnya, semua persoalan terkait relokasi PKL, bisa diselesaikan dengan cara berdiskusi. (koe)

Related posts