Membangun Karakter Anak

img_20160325_193838Benning Rizahra
Guru Konsultan Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa

Indonesia merupakan negara merdeka 71 tahun yang lalu, namun masih ada hal-hal yang sebenarnya belum merdeka, di antaranya bagaimana hidup petani yang masih kekurangan padahal mereka yang mengelola semua hasil pangannya. Masih banyak rakyat yang tidak makan padahal Indonesia kaya pangan. Harga minyak begitu mahal padahal Indonesia penghasil minyak bumi terbesar. Demikian juga masih banyak anak yang putus sekolah padahal anggaran pendidikan sangat besar.

Ini merupakan suatu ciri bahwa sesungguhnya Indonesia masih belum merdeka dari beberapa aspek, sehingga perlu pembenahan besar, salah satunya bagaimana masyarakat Indonesia memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, memiliki rasa peduli dan cinta akan negaranya sehingga masyarakat mampu menjaga negaranya, dan membuatnya berkembang lebih baik.
Hal kecil yang berdampak besar adalah bagaimana anak-anak Indonesia memiliki karakter yang baik, mengingat zaman sekarang telah banyak terjadi degradasi moral di kalangan generasi muda.

Namun, dalam pergaulan zaman sekarang sudah banyak pengaruh negatif yang siap-siap mendekati setiap anak Indonesia. Dan inilah salah satu dampak yang akhirnya banyak anak yang memiliki karakter yang buruk. Banyak hal sebetulnya yang mampu membuat anak Indonesia mampu menangani pengaruh negatif yang siap selalu menerpanya, salah satunya adalah peran keluarga. Peran keluarga ini mempunyai tingkatan yang paling tinggi dalam terbentuknya karakter anak.

Anak yang tidak mendapat perhatian dari keluarga, cenderung akan memiliki karakter yang kurang baik. Anak membutuhkan pendampingan orang tua karena secara emosional mereka masih labil dan minim pengetahuan. Akan berbeda dengan anak yang selalu diperhatikan dan disayang keluarganya, anak-anak akan cenderung memiliki sikap yang baik. Demikian juga sebaliknya.

Keluarga juga harus tahu bagaimana seharusnya bersikap, mulai dari permasalahan orangtua yang harus disembunyikan dihadapan anak-anak yang masih kecil, bagaimana pergaulan orangtua di lingkungan, juga bagaimana keluarga menciptakan tempat ternyaman bagi anaknya untuk mengutarakan isi hatinya atau berpendapat.

Ada beberapa dampak yang akan berpengaruh terhadap anak apabila orangtua sering bertengkar dihadapan anak bahkan dengan kata-kata kotor dan tindakan kekerasan, itu akan mengakibatkan anak tidak nyaman di rumah dan akan lebih nyaman di luar. Selain itu, apabila orangtua dingin atau tidak perhatian terhadap anak karena kesibukan atau memang pribadi yang “cuek” membuat anak jadi pendiam dan memilih beraktifitas di luar.

Dari sini lah keluarga berperan dalam membangun bangsa, terutama menyiapkan mereka menjadi calon pemimpin di masa datang. Baik buruknya keluarga dalam mendidik juga berpengaruh dalam menjadikan bangsa ini lebih baik atau buruk. Sehingga sangat perlu, keluarga menjadi tempat ternyaman bagi anak,baik itu dalam berkeluh kesah atau berbagi. Keluarga menjadi contoh terbaik bagi anak, yang berkontribusi dalam membentuk karakter anak mereka. []

Related posts