
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sebenarnya, di antara beberapa sektor usaha, Jabar memiliki satu bidang bisnis dan industri yang punya potensi begitu besar. Yaitu, industri kreatif. “Banyak produk industri kreatif yang sebenarnya punya potensi ekonomi besar. Satu di antaranya, industri perfilman,” tandas Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, pada sela-sela Pemutaran Perdana “Tjokroaminoto” di Trans Studio Mal (TSM), Jalan Gatot Subroto Bandung, belum lama ini.
Menurutnya, sebenarnya, banyak para kawula muda asal Jabar yang punya potensi untuk meningkatkan perfilman. Agung mencontohkan Tjokroaminoto sebagai salah satu karya industri kreatif. “Sebaiknya, produk-produk industri kreatif harus mendapat dukungan semua pihak. Kami, tentunya, sangat mendukung perkembangan industri tersebut,” ucap Agung.
Agung mengatakan, kehadiran industri kreatif berdampak positif bagi perekonomian. Satu di antaranya, dalam hal ketenagakerjaan. Agung berpandangan, keberadaan industri itu mampu menyerap tenaga kerja. Artinya, jelas dia, baik secara langsung maupun tidak, industri tersebut mampu menjadi salah satu sarana untuk menekan angka pengangguran, khususnya, di Jabar.
Agung menilai ada hal positif yang terkandung di balik “Tjokroaminoto”. Dia berpendapat, film bersetting akhir abad 19 dan awal 20 itu sangat berkaitan dengan sejarah negara ini. “Kita semua harus mengetahui latar belakang dan sejarah bangsa. Itu karena sebuah negara dan bangsa yang besar serta kuat harus mengetahui sejarahnya,” terang Agung.
Diutarakan, sebenarnya, ada kesamaan antara makna serta pesan dalam “Tjokroaminoto” dan industri kreatif. Yaitu, terang dia, film tersebut menggambarkan bahwa apabila ingin meraih suatu hasil positif, butuh proses, kesabaran, dan mental kuat. Begitu pula dengan para pelaku industri kreatif. “Pastinya, kita semua harus mendorong industri kreatif demi memajukan ekonomi Jabar,” tutup Agung. (ADR)





