
JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Hingga kini, ketenagakerjaan masih menjadi salah satu permasalahan yang harus terus dipecahkan. Di Jabar, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka mencapai jutaan orang. “Data BPS menunjukkan, hingga Agustus 2014, jumlah pengangguran sebanyak 1.775.196 orang atau 8,45 persen angkatan kerja,” tandas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Hening Widiatmoko, pada Pembukaan Job Fair Disnakertrans di Kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu 25/2).
Widi, sapaan akrabnya, meneruskan, berdasarkan Rancangan Program Jangka Menengah Daerah 2013-2018, Jabar mencanangkan sejumlah program, yang satu di antaranya Penciptaan Penyerapan 2 Juta Kesempatan Kerja. Sejak Juni 2013 sampai 24 Februari 2015, sebut Widi, di Jabar, terserap hampir 1 juta tenaga kerja. “Pada 2013, penyerapan tenaga kerja mencapai 200 ribu orang. Tahun berikutnya, naik menjadi 724 ribu orang. Artinya, setiap tahun, penyerapan tenaga kerja di Jabar sekitar 400-500 ribu orang.
Program penyerapan 2 juta kesempatan kerja itu, lanjutnya, merupakan sebuah upaya untuk menekan angka pengangguran. WIdi mengklaim, program tersebut berbuah positif. Terbukti, di Jabar, tuturnya, jumlah pengangguran berkurang 113 ribu orang pada Agustus 2014. Pada 2013, ucapnya, jumlah pengangguran mencapai 1.888.667 orang.
Turunnya angka pengangguran tersebut, jelas Widi, karena di Jabar, pada periode 2013-2014, terbuka banyak kesempatan dan lapangan kerja. Satu di antaranya, lanjut dia, kian banyak masyarakat tatar Pasundan yang berwirausaha mandiri. “Hal itu dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak,” sahut Widi.
Penyerapan tertinggi terdapat apda sektor jasa. Kemudian, tambahnya, perdagangan, perhotelan, restoran. Industri keuangan pun, ucapnya, menjadi sektor yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. Ada satu sektor lain yang menjadi harapan sebagai penyerap tenaga kerja, yaitu industri kreatif. “Kami pun berharap, industri manufaktur punya orientasi pada industri padat karya sehingga penyerapan tenaga kerja menjadi lebih banyak lagi,” tutup Widi. (ADR)





