JABARTODAY.COM – BANDUNG
Catatan kinerja perekonomian Jabar pada triwulan III tahun ini kurang baik. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Jabar periode triwulan III 2014 menunjukkan terjadinya perlambatan pertumbuhan jika perbandingannya dengan triwulan II 2014.
“Pada triwulan III 2014, pertumbuhan ekonomi Jabar tumbuh lebih lambat, yaitu sebesar 5,61 persen. Sedangkan pada triwulan II, pertumbuhannya 5,67 persen,” tandas Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, Selasa (11/11).
Dian menjelaskan, terjadinya pertumbuhan ekonomi yang melambat itu karena tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2014 turun menjadi 4,99 persen. Sedangkan pada triwulan sebelumnya, konsumsi rumah tangga sebesar 5,26 persen.
Perlambatan pun terjadi pada beberapa sektor ekonomi, Di antaranya, sebut Dian, yaitu pertanian, yang drop signifikan, menjadi 0,38 persen. Padahal, kata dia, pada triwulan II 2014, sektor pertanian mencatat pertumbuhan 2,29 persen. Kondisi ini, jelasnya, terjadi karena adanya faktor cuaca, yaitu musim kemarau, yang berakibat pada turunnya produksi pertanian tatar Pasundan.
Pelemahan pertumbuhan pun terjadi pada sektor industri pengolahan, utamanya, makanan dan minuman. Pada triwulan III 2014, ungkapnya, sektor tersebut tumbuh sebesar 4,53 persen. Bandingkan, sahut Dian, dengan triwulan II 2014, yang tumbuh 4,94 persen.
Kendati demikian, tegas Dian, kondisi itu masih diimbangi oleh kinerja positif investasi Jabar. Periode triwulan III 2014, investasi Jabar tumbuh 3,38 persen, lebih baik daripada triwulan II sebesar 2,95 persen. Pertumbuhan investasi itu ditopang adanya investasi pada bangunan dan infrastruktur. Begitu pula dengan kinerja fiskal pemerintah, yang pada triwulan III 2014 sebesar 4,21 persen atau lebih tinggi daripada realisasi triwulan II 2014, yang angkanya minus 1,64 persen.
Tidak hanya investasi, tambah Dian, kinerja ekspor Jabar selama triwulan III 2014 pun mencatat tren positif. Pada periode itu, terjadi pertumbuhan sebesar 9,47 persen. “Itu didorong oleh ekspor manufaktur, utamanya, kendaraan bermotor,” ucapnya.
Secara keseluruhan, seru Dian, pertumbuhan ekonomi Jabar periode Januari-September 2014 sebesar 5,60 persen. Hal itu sesuai dengan prediksi pihaknya, yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,6-6,0 persen. (ADR)





