
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Kinerja perdagangan luar negeri nasional, khususnya, ekspor, pada paruh tahun ini tidak seperti periode yang sama 2013. Pasalnya, hingga Juni 2014, nilai ekspor nasional sebesar 88,5 miliar Dollar Amerika Serikat. Jika perbandingannya dengan paruh tahun lalu, terjadi perlambatan 2,5 persen.
“Memang. Nilai ekspor pada semester pertama tahun ini lebih lambat 2,5 persen daripada proyeksi ekspor. Target ekspor pada semeser pertama tahun ini mencapai 95 miliar Dolar AS,” tukas Menteri Perdagangan, M Lutfi, pada Halal Bihalal Keluarga Besar Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat di Trans Luxury Hotel, belum lama ini.
Lutfi meneruskan, meski nilai ekspor semester I 2014 lebih lambat daripada proyeksi awal, pihaknya tetap optimis bahwa hingga akhir tahun, negara ini mampu merealisasikan target selama 2014. Disebutkan, pada tahun ini, target ekspor nasional mencapai 190 miliar Dolar AS. Dasarnya, jelas Lutfi, ada beberapa sektor dan komoditi yang berpotensi mendongkrak nilai ekspor nasional pada semester II.
Disebutkan, untuk merealisasikan target nilai ekspor 2014, pemerintah menggenjot kinerja keempat sektor dan komoditi itu. Keempatnya, tutur Lutfi, yaitu kelapa sawit, elektronik, alas kaki, dan otomotif, yang tahun ini mencatat kinerja positif.
Tanda-tandanya, ucap dia, terjadinya peningkatan ekspor sebesar 4,5 miliar Dollar AS. Angka itu melebihi nilai impor otomotif yang angkanya bernilai 2 miliar Dollar AS.
Sektor lainnya, tambah Lutfi, pihaknya menggenjot hasil sumber daya alam. Salah satunya, ekspor emas. Ekspor komoditi itu didukung kebijakan baru yang diterbitkan pemerintah. Awal 2012, ungkapnya, Indonesia hanya dapat melakukan ekspor emas setengah jadi dan emas jadi. Akan tetapi, kali ini, imbuh dia, Indonesia boleh mengekspor raw material emas. Hal ini, menurut Lutfi, menjadi sebuah pertanda positif untuk mendongkrak kinerja ekspor komoditi emas. (ADR)





