75 Hari Buron, Pelaku Pembunuh Guru YAS Serahkan Diri

  • Whatsapp

kriminalJABARTODAY.COM – BANDUNG Merasa bersalah, pelaku pengeroyokan guru Yayasan Atikan Sunda, Tatang Wiganda, menyerahkan diri ke polisi. Pada Jumat (11/11), sekitar pukul 22.30, di McDonalds Cibiru, IW alias Isan (28), pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO), diamankan oleh petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Kiaracondong, setelah melakukan pelarian selama 75 hari.

“Jadi setelah melakukan penganiayaan itu, tersangka melarikan diri ke daerah Tasikmalaya, Cipatujah, Pangandaran, dan Banjar,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus, melalui pesan singkat, Sabtu (12/11).

Petugas Unit II Reskrim Polsek Kircon, sudah mengendus keberadaan tersangka melalui temannya. Karena didesak temannya, tersangka mau menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya ke polisi. “Mengingat juga uang tersangka menipis dan disadari oleh tersangka, bahwa dirinya telah bersalah dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya,” tutur Yusri.

Untuk menyerahkan diri, yang bersangkutan menjanjikan akan ke Bandung sendiri dan memberitahu tempat lokasi penjemputan. Dan, disepakati bertemu di McDonalds Cibiru, sekitar pukul 21.30, setelah mampir ke warung internet untuk memberitahu temannya, jika dirinya sudah ada di Bandung. “Setelah itu, anggota Unit II Reskrim Polsek Kiaracondong melakukan penjemputan di TKP (tempat kejadian perkara), tanpa ada perlawanan dari tersangka,” urai Yusri.

Yusri memaparkan, berdasarkan pengakuan, tersangka sempat melakukan pemukulan dengan menggunakan helm half-face di bagian bahu sebelah kanan korban. Setelahnya, tersangka melarikan diri ke tempat rekannya yang berada di Jatihandap untuk menanyakan koleksi burung lovebird. Saat itu, tersangka juga tidak mempunyai firasat kalau korban akan meninggal dunia. Namun, tidak lama kemudian, tersangka mendapatkan informasi dari tukang ojek di sekitar Jatihandap, jika korban meninggal dunia. Seketika itu pula, pada malam harinya tersangka melarikan diri ke daerah Subang.

Hanya saja, saat tiba di Cikole, tersangka berpikir kembali dan balik kanan ke arah timur, yakni ke arah Garut, dengan menggunakan sepeda motor Honda Mio yang dipakai saat kejadian. Karena kehabisan uang, tersangka sempat menggadaikan motor itu ke seseorang yang baru ditemui di daerah Garut dengan harga Rp 1,5 juta. “Dengan uang tersebut, tersangka melarikan diri ke daerah Tasik, Cipatujah, Pangandaran dan, Banjar,” ungkap Yusri.

Sebelumnya, polisi telah menangkap E dan R, dua pelaku pengeroyokan dan penusukan Tatang, guru pendidikan jasmani dan kesehatan SMP Yayasan Atikan Sunda.

Tatang tewas akibat dikeroyok tiga orang di Jalan AH Nasution, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, sekitar pukul 17.00, Agustus silam. (vil)

Related posts