Home » Opini

Opini

KPU Goyang

M. Rizal Fadillah Berita pembatalan KPU tentang  penyampaian visi dan misi capres dan cawapres dilanjutkan pembocoran pertanyaan panelis dalam debat dua pasangan, patut disayangkan. Akan ada yang menilai bahwa sandiwara sepertinya mulai dimainkan. Obyektivitas KPU semakin disorot. Atau sesi ini hanya tampilan asal-asalan dan hiburan? Seharusnya tentu tidak, sebab publik justru pada tahapan ini  bisa memberikan penilaian tentang kemampuan kandidat. ...

Read More »

Protes Eva Sundari

M. Rizal Fadillah Penyitaan buku-buku bernafaskan komunisme dari toko buku di Kediri oleh aparat TNI diprotes anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP, Eva Sundari. Protes yang pantas bagi seorang aktivis yang gencar membela komunisme dan PKI. Akan tetapi tidak pantas bagi anak bangsa yang sadar bahwa PKI adalah organisasi terlarang dan penyebaran faham Komunisme, Marxisme, Leninisme adalah terlarang pula di Indonesia. ...

Read More »

Lima Penyakit Cina

M Rizal Fadillah Peristiwa genosida Uyghur menyadarkan kita bahwa negara Cina itu memiliki karakter yang dipandang oleh dunia khususnya dunia Islam sangat berpenyakit. Istilah adanya ‘bahaya kuning’ semakin terasa. Hadits muttafaqun ‘alaihi mengenai memerangi kaum mata sipit dan hidung pesek menjadi lebih dekat pada pembuktian. Umat Islam perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sikap dan karakter etnik Cina yang dikomandani Negara Republik ...

Read More »

Suara Kardus

M. Rizal Fadillah Pengkritisan terhadap kotak suara dari kardus atau yang menurut KPU karton kedap air adalah hal yang wajar sebagai salah satu bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan kecurangan dalam pemilihan umum. Bahwa kotak suara itu dibuat berdasarkan PKPU No. 15 Tahun 2018 dan pernah digunakan dalam pemilu terdahulu, tidaklah menutup sebab atas pengkritisan tersebut. Apalagi dasar pertimbangan KPU semata-mata untuk ...

Read More »

Politik Identitas, Apa Masalahnya?

‾Oleh  Zainal Bintang   Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 yang akan datang seyogyanya menjadi sebuah perhelatan kegembiraan bangsa. Pemerintahan yang sedang berjalan menuju akhir masa jabatan sepantasnya sejak awal sudah memperoleh kesepakatan untuk menyelesaikan masa tugasnya dengan baik. Dan warga bangsa akan menyambut pergantian pemerintahan (belum tentu pergantian presiden) dengan penuh suka cita. Akan tetapi apa yang diungkapkan diatas pada ...

Read More »

Enough Pak Jokowi, Enough!

M Rizal Fadillah Sengaja judul ini ada bahasa Inggrisnya, karena menghargai Pak Jokowi yang suka berbahasa Inggris. Tanpa diurai lebih lanjut, sebenarnya mudah dimengerti akan maknanya. Apalagi beliau orang milenial. Pilpres 2019 semakin mendekat. Kandidat semakin merapat pada rakyat. Timses lebih giat. Para pemilih sudah mulai menetapkan niat untuk memilih kandidat. Tidak usah baca polling sebab polling kini hanya menjadi ...

Read More »

212: Semangat Kaum Tertindas

M. Rizal Fadillah 212 dulu adalah perlawanan melawan penindasan politik dan hukum. Begitu masif kekuasaan membangun kekuatan untuk mengalienasi umat Islam dari konsolidasi persaudaraan. Betapa halangan dilakukan untuk terealisasi acara Reuni Akbar 212 di Monas, 2 Desember 2018. Sinyal perlawanan kaum tertindas sangat nyata dari Khutbah Jum’at fenomenal Habib Rizieq yang Allah SWT takdirkan mengganti Ma’ruf Amin yang tak hadir ...

Read More »

Genderuwo  Istana dan Senayan

Oleh : Zainal Bintang Istilah politikus  genderuwo yang dilontarkan Presiden Joko Widodo di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018), menimbulkan kegaduhan baru dunia politik. Berselang dua hari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membalasnya dengan sebuah puisi berjudul  “Ada Genderuwo di Istana”. Arsul Sani tidak tinggal diam. Sekjen PPP itu yang merupakan juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf ...

Read More »

Jokowi Berjudi: Dahniel

M. Rizal Fadillah Tebang pilih adalah kebijakan rezim untuk mematahkan lawan. Soal sorotan keadilan menjadi sangat terabaikan. Yang penting kartu lemparkan. Judi memang berharap untung dari main untung-untungan. Kartu yang Jokowi lempar saat ini adalah Dahniel Simanjuntak, kader muda Muhammadiyah. Oh itu masalah hukum, bukan urusan saya. Rakyat tertawa, ah lu ngeles aja, kodok pun tahu sekarang ini hukum lagi ...

Read More »

Politik itu Telah Membelah

Oleh: Fathorrahman Fadli Dimana mana politik kekuasaan yang picik selalu membelah masyarakat, kelompok, maupun tokoh. Kepentingan kekuasaan itu sering dipicu oleh nafsu busuk orang perorang. Ada yang nafsunya beradab, ada pula yang bejat. Pada masyarakat yang beradab, politik dimaknai sebagai pintu gerbang berbuat kebajikan, amal sholeh dan wujud kecintaan pada nilai-nilai yang isoterik. Namun pada masyarakat yang berperadaban rendah, politik ...

Read More »