Home » Regional » Minimalisir Resiko, Tagana Kabupaten Karawang Gelar Pelatihan

Minimalisir Resiko, Tagana Kabupaten Karawang Gelar Pelatihan

Banjir menyergap beberapa waktu lalu. Kini, banjir datang lagi. (DOK JABARTODAY.COM)

Banjir menyergap beberapa waktu lalu. Kini, banjir datang lagi. (DOK JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – KARAWANG

Meminimalisir resiko dampak bencana alam terhadap masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Karawang,  khususnya Taruna Siaga Bencana (TAGANA)  menyelenggarakan pelatihan siaga bencana berbasis masyarakat di 6 kecamatan.

Dalam kegiatan itu, masyarakat akan dilatih tentang kesiap-siagaan bencana, seperti teknik evakuasi, manajemen dapur umum, manajemen shelter, medical first responsive (MFR), juga pemahaman pengetahuan tentang kebakaran.

“Ada penjabaran dalam pelatihan tersebut mengapa bencana terjadi, seperti halnya mengapa kebakaran terjadi, ada tiga yang mengakibatkan kebakaran, seperti, panas, udara, dan bahan bakar,” ujar Ketua Tagana Kabupaten Karawang, Roni Bocunk, Jumat (6/12).

Dengan adanya pelatihan ini, seru Roni, masyarakat sedikitnya bisa siap siaga dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang. Selain itu masyarakat pun dituntut untuk berpikir kreatif menggunakan bahan seadanya menjadi bahan yang berguna bila bencana terjadi. “Contohnya jika tidak ada tandu, masyarakat dapat membuat tandu sendiri dari bambu dengan alas menggunakan selimut atau sarung,” paparnya.

Dengan begitu, lanjut Roni, masyarakat tidak akan bergantung pada pihak lain, karena mereka dapat melakukan pertolongan pertama.

Saat ini yang sudah mendapatkan pelatihan baru sekitar 4 kecamatan, yakni Kecamatan Karawang Barat, Batu Jaya, Cilebar, dan Cilamaya Wetan. Sementara, Kecamatan Pangkalan dan Rengasdengklok akan diberikan pelatihan pada Senin (9/12) mendatang.

Dalam pelatihan tersebut Tagana menurunkan 20 anggota yang terdiri dari 5 pemateri, 15 fasilitator, dan 5 pemateri tambahan dari Dinsos Kabupaten Karawang. Pelatihan akan dilakukan selama 2 hari di masing-masing kecamatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Supriyatna mengatakan, bahwa 6 kecamatan yang mendapatkan pelatihan tersebut merupakan kecamatan-kecamatan yang dinilai rawan bencana seperti halnya banjir. “Jika tahun lalu kami melatih 4 kecamatan, maka Alhamdulilah saat ini kami melatih 6 kecamatan,” ucapnya.

Kendati begitu, pihaknya mengakui bahwa pelatihan di 6 kecamatan tersebut masih kurang, pasalnya titik rawan bencana banjir yang berasal dari banjir kiriman di Karawang ada 12 titik kecamatan. “Tapi kalo banjir kiriman disertai hujan lebat di Karawang, maka titik rawannya juga bertambah menjadi 28 titik, namun karena waktu dan biaya terbatas maka tahun ini kami hanya bisa melatih 6 kecamatan saja,” tandas Supriyatna. (RHO)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.